Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rangkaian Perayaan Paskah Umat Kristiani di Bontang, Mengenal Ibadah Kamis Putih dan Prosesi Pembasuhan Kaki

Adhiel kundhara • Kamis, 2 April 2026 | 16:44 WIB
MELAYANI: Prosesi pembasuhan kaki merupakan perwujudan dari saling melayani antar umat Kristiani dilaksanakan tiap Kamis Putih jelang perayaan Paskah. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
MELAYANI: Prosesi pembasuhan kaki merupakan perwujudan dari saling melayani antar umat Kristiani dilaksanakan tiap Kamis Putih jelang perayaan Paskah. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Momentum Kamis Putih menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Paskah umat Kristiani. Di Gereja Toraja Jemaat Bukit Zaitun Bontang, ibadah Kamis Putih tahun ini kembali digelar dengan nuansa reflektif dan sarat makna spiritual.

Pendeta Kristina Leni mengatakan ibadah akan dilaksanakan satu kali, yakni pukul 19.00 WITA untuk gereja induk. Sementara di tempat kebaktian, ibadah dimulai lebih awal pada pukul 18.00 Wita.

“Ibadahnya seperti biasa, tetapi ada prosesi pembasuhan kaki yang menjadi bagian penting,” kata Kristina.

Prosesi pembasuhan kaki tersebut bukan sekadar simbol, melainkan memiliki makna teologis yang mendalam. Menurutnya, ritual ini mengajarkan jemaat untuk merendahkan hati, melepaskan ego, serta membangun sikap saling mengasihi dan melayani tanpa memandang latar belakang.

“Maknanya adalah bagaimana kita belajar merendahkan diri, saling melayani tanpa melihat status atau latar belakang,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, prosesi diawali oleh pendeta yang membasuh kaki para penatua. Setelah itu, para penatua secara bergiliran membasuh kaki jemaat. Bahkan, jemaat juga diberi kesempatan untuk saling membasuh kaki jika waktu memungkinkan.

“Ini menjadi simbol bahwa semua setara dalam kasih dan pelayanan,” tutur dia.

Selain prosesi tersebut, ibadah juga diisi dengan refleksi mendalam. Tidak ada drama atau pertunjukan khusus, melainkan penekanan pada perenungan pribadi sebelum memasuki perayaan Paskah.

Pendeta Kristina menyebut, inti pesan yang ingin disampaikan dalam ibadah Kamis Putih adalah mengajak jemaat untuk mengingat dan menghayati pengorbanan Yesus Kristus. Jemaat diajak memahami cinta yang besar yakni cinta yang melayani dan berkorban.

“Ibadah ini mengantar jemaat untuk menghayati kasih Tuhan yang luar biasa, sekaligus mempersiapkan diri menyambut Perjamuan Kudus pada kebaktian esok hari,” tutur dia.

Menariknya, ibadah ini bersifat lintas generasi. Tidak hanya diikuti orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Hal ini diharapkan dapat menanamkan nilai kasih, kerendahan hati, dan pelayanan sejak dini.

Dari sisi nuansa, ibadah Kamis Putih di Bukit Zaitun identik dengan warna putih. Warna ini dipilih bukan tanpa alasan. “Putih melambangkan kesucian, kesungguhan, dan ajakan untuk introspeksi diri,” terangnya.

Melalui rangkaian ibadah ini, jemaat diharapkan tidak hanya memahami makna Kamis Putih secara simbolis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kasih dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Kamis Putih #Gereja Toraja Jemaat Bukit Zaitun Bontang #paskah 2026