BONTANG - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menaati kebijakan pemerintah pusat untuk menyetop sementara distribusi program makan bergizi gratis (MBG). Khususnya bagi sembilan dapur di Bontang yang bermasalah terkait instalasi pembuangan air limbah (IPAL).
"Bagus saja disetop sementara selama dua pekan karena soal IPAL. Itu ketentuan dari pusat," kata Neni.
Ia menilai dampak dari penghentian sementara ini tentunya 13 ribu penerima manfaat tidak terlayani MBG selama proses perbaikan tersebut. Neni pun meminta masyarakat bersabar dengan kondisi ini.
"Mau ‘diapa aturan dari pusat. Kami mengikut saja," ucapnya.
Baca Juga: 13 Ribu Pelajar Terdampak! 9 Dapur MBG di Bontang Disetop, Ini Penyebabnya
Diketahui sembilan dapur MBG yang disetop sementara yakni Gunung Elai 2 (Yayasan Ceria Mandiri), Tanjung Laut Indah (Yayasan Langit Biru Borneo), Tanjung Laut (Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam), Berebas Tengah 2 (Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas), Gunung Telihan (Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas), Bontang Baru 2 (Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam), Bontang Baru 3 (Yayasan Manunggal Kartika Jaya), Gunung Telihan 2 (Yayasan Tunas Bangsa Dua), serta Loktuan (Yayasan Pengusaha Warteg Bahari Indonesia).
Penghentian sementara ini berlaku sejak awal April. Proses perbaikan ditaksir membutuhkan waktu selama dua pekan. Rata-rata tiap dapur melayani 1.500 penerima manfaat. Sesuai standar, IPAL yang digunakan harus memakai biofiller.
Baca Juga: Belum Penuhi Standar IPAL, 12 Dapur MBG Kutim Dihentikan Sementara
Sejatinya Neni sudah mengingatkan saat peresmian dapur di Bontang Lestari. Pasalnya kala itu dari 19 dapur yang diresmikan baru dua yang memenuhi standar.
Kala itu, SPPG pun diminta untuk memenuhi standar agar tidak terjadi penghentian sementara.
Editor : Muhammad Ridhuan