Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

TKA Perdana Berbasis Komputer di SMP 1 Bontang Berjalan Lancar, 310 Pelajar Ikuti Ujian Tanpa Kendala Berarti

Adhiel kundhara • Selasa, 7 April 2026 | 19:58 WIB
Pelajar kelas IX di SMP 1 Bontang yang mengikuti TKA. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
Pelajar kelas IX di SMP 1 Bontang yang mengikuti TKA. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) perdana di SMP 1 Bontang berlangsung tertib dan tanpa kendala berarti.

Ujian yang digelar sejak 6 April 2026 ini menjadi pengalaman pertama bagi sekolah dalam menerapkan sistem evaluasi berbasis komputer secara penuh.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP 1 Bontang Kustiami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

Kesiapan infrastruktur hingga sumber daya pendukung telah dipersiapkan sejak jauh hari.

“Seluruh perangkat, termasuk jaringan, sudah kami siapkan sebelumnya sehingga pelaksanaan hari pertama dan kedua berjalan lancar,” kata Kustiami.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: DPR RI Soroti Tol Balsam, Aspek Keselamatan Dipertanyakan, Tol IKN Dinilai Belum Berdampak Luas bagi Masyarakat Kaltim

Sekolah menyediakan tiga ruang ujian, yakni laboratorium komputer serta dua ruang multimedia.

Dua ruangan menggunakan perangkat PC, sementara satu ruangan lainnya memanfaatkan Chromebook. Dalam satu sesi, masing-masing ruangan diisi 25 peserta.

Dengan total 310 pelajar kelas IX, pelaksanaan TKA dibagi dalam dua gelombang. Setiap hari, ujian dilaksanakan dalam dua sesi untuk mengakomodasi seluruh peserta.

Untuk mengantisipasi kendala teknis, pihak sekolah juga menempatkan proktor dan teknisi di setiap ruang.

Pengawasan dilakukan secara ketat, termasuk melalui sistem pemantauan selama ujian berlangsung.

Kustiami menambahkan, pelajar telah dibekali kisi-kisi materi dari pusat sebagai panduan belajar. 

Pembekalan juga diperkuat dengan kegiatan motivasi serta pengarahan sebelum ujian dimulai.

“Fokus kami memastikan pelajar siap secara akademik dan mental agar hasil yang diperoleh bisa maksimal,” ucapnya.

Dari sisi peserta, kesiapan menghadapi TKA sudah dilakukan sejak lama. Pelajar kelas IX-D Sukma Aji Bayu Pamungkas mengaku mulai belajar intensif sejak semester pertama.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pengamat Sebut Pembangunan Jalan Tol di Kaltim Harus Berbasis Kebutuhan Ekonomi, Tol Samarinda–Bontang Dinilai Paling Mendesak

Ia menyebut informasi yang diberikan sekolah sangat membantu dalam memahami pola soal. Meski demikian, ia menilai mata uji matematika menjadi bagian paling menantang.

“Bentuk soal sebenarnya familiar, tapi waktu yang terbatas membuat saya harus berpikir cepat, terutama pada soal cerita,” tutur dia.

Bayu memperkirakan mampu menjawab sebagian besar soal dengan baik. Ia juga menilai latihan yang diberikan guru cukup relevan dengan materi ujian.

Pengalaman serupa disampaikan pelajar kelas IX-F, Siti Aisyah. Ia menilai kedua mata uji, yakni bahasa Indonesia dan matematika, sama-sama menguji kemampuan analisis.

Menurutnya, Bahasa Indonesia lebih menekankan pada pemahaman isi bacaan, khususnya dalam menafsirkan makna tersirat.

Sementara matematika menggabungkan kemampuan membaca soal dengan perhitungan numerik.

“Untuk bahasa Indonesia, tantangannya ada di memahami maksud yang tidak tertulis langsung. Sedangkan matematika lebih ke ketelitian dan manajemen waktu,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap mata uji terdiri dari 30 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 75 menit. Meski cukup menantang, siswa tetap mampu mengikuti ujian dengan baik.

Beberapa kendala teknis sempat terjadi, seperti gangguan pada perangkat, namun dapat segera diatasi oleh tim teknis. Secara umum, pelaksanaan TKA di SMP 1 Bontang berlangsung kondusif. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #Ujian Nasional (UN) #Kutai Barat