KALTIMPOST.ID, BONTANG–Rencana program optimalisasi Waduk Kanaan melalui skema multiyears (tahun jamak) ditunda, yang semula bakal dimulai tahun ini. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, keputusan itu diambil karena keterbatasan anggaran.
"Ini sangat berat. Anggaran juga terbatas, progam yang bisa ditunda itu kita tidak mulai tahun ini," kata Neni.
Diketahui infrastruktur Waduk Kanaan menjadi salah satu upaya penanganan banir di Bontang. Belum lagi dengan revitalisasi, bisa menjadi magnet destinasi wisata baru.
Baca Juga: 63 Peserta Pemeriksaan Administrasi Awal Penerimaan Polri di Kutai Barat Dinyatakan Memenuhi Syarat
Namun, Pemkot Bontang tetap berharap agar volume tampung Waduk Kanaan tetap ditingkatkan. Tujuannya agar debit air yang berasal dari hulu bisa ditampung sementara secara maksimal di infrastuktur itu. Sebelum dialirkan ke hilir.
"Nantinya kami berharap agar Pemprov melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk tetap melakukan pengerukan. Selama ini kami juga dapat bantuan dari mereka," ucapnya.
Sebelumnya, Pemkot Bontang telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 50 miliar pada tahun ini untuk membangun tiang pilar di Waduk Kanaan.
Baca Juga: Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026 Dipastikan Cair! Tanpa Potongan, Ini Jadwal dan Rincian Komponennya
Diketahui, pembiayaan itu dikucurkan dalam tiga tahun. Mulai 2026–2028. Pada tahun 2026 anggaran pembangunan yang disiapkan mencapai Rp 48,8 miliar. Setahun berikutnya yakni Rp 129 miliar. Terakhir pada tahun 2028 sejumlah Rp 88 miliar.
Selain pembangunan, pemkot juga mengalokasikan biaya pengawasan teknis. Rinciannya untuk tahun 2026 sejumlah Rp 960 juta, Rp 2,5 miliar pada tahun 2027, dan Rp 1,7 miliar pada tahun 2028. Jika di total biaya tersebut mencapai Rp 5 miliar.
Biaya pengelolaan pengembangan senilai Rp 1 miliar lebih. Rinciannya Rp 195 juta di 2026, Rp 532 juta di 2027, dan Rp 369 juta di tahun terakhir. Tambahan volume tampung diperkirakan mencapai 213.004 meter kubik.
Tampungan saat ini hanya 200.010 meter kubik. Jika ada normalisasi maka totalnya bisa mencapai 413.014 meter kubik. Tambahan volume tampung diperkirakan mencapai 213.004 meter kubik. (*)
Editor : Dwi Restu A