BONTANG- Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bontang telah melakukan pertemuan terkait dengan dampak dari melesetnya perhitungan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dan ketidakpastian kurang salur dana transfer. Pertemuan tersebut dilaksanakan Kamis (9/4/2026).
"Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup. Lokasinya di Kantor Wali Kota," kata Kepala Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang Syahruddin.
Pasca pembahasan tersebut, beberapa pejabat enggan untuk membeberkan program mana saja yang ditunda pelaksanaannya pada tahun ini. Ia meminta awak media untuk menunggu pasca keputusan bersifat final.
"Masih harus kami sampaikan ke wali kota untuk mendapatkan arahan. Pada pertemuan tersebut hanya TAPD," ucapnya.
Sebelumnya beberapa program disebutkan mengalami penundaan pelaksanaannya pada tahun ini. Meliputi Revitalisasi Waduk Kanaan, pembangunan lapangan minisoccer Berbas Pantai, pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP) Kantor Wali Kota, hingga pengadaan mes di Jakarta.
Revitalisasi Kanaan sebelumnya direncanakan memakai skema multiyears. Bahkan di tahun awal anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp50 miliar. Optimalisasi infrastruktur ini dalam rangka penanganan banjir di Bontang.
Pembangunan lapangan minisoccer di Berbas Pantai sebelumnya diproyeksikan Rp 13,8 miliar. Program itu merupakan janji kepala daerah terbaik untuk pembuatan sarana olahraga di 15 kelurahan.
Sementara pemasangan ACP Kantor Wali Kota sebelumnya digelontorkan Rp 5 miliar. Rencana itu untuk mengurangi biaya pemeliharaan untuk kantor wali kota yang selalu tinggi.
Rencana pengadaan mess di Jakarta dikucurkan Rp8 miliar. Hal ini selaras dengan biaya sewa bangunan yang ada saat ini terlalu tinggi untuk jangka waktu yang lama. (*)
Editor : Ismet Rifani