KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kasus suspek campak di Kota Bontang menunjukkan angka yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang per 13 April 2026, jumlah suspek mencapai 169 kasus. Kelurahan Loktuan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bachtiar Mabe, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak. Meski demikian, upaya pengendalian tetap dilakukan secara intensif.
“Penanganan tetap berjalan seperti biasa. Kami dibantu tim surveilans dan penyelidikan epidemiologi. Perkembangan kasus terus kami laporkan,” ujarnya.
Baca Juga: Penumpang Pesawat di Kaltim Turun Februari 2026, Ini Bandara Paling Terdampak
Dalam data infografis Diskes, Kelurahan Loktuan masuk kategori zona merah dengan 22 kasus suspek. Sementara itu, 14 kelurahan lainnya berada pada kategori sedang.
Kelurahan Api-Api mencatat 20 kasus. Disusul Gunung Elai, Tanjung Laut Indah, dan Tanjung Laut masing-masing dengan 17 kasus.
Kemudian, Bontang Lestari terdapat 15 kasus, Berebas Tengah dan Belimbing masing-masing 12 kasus, serta Gunung Telihan 11 kasus.
Selanjutnya, Bontang Kuala mencatat 8 kasus, Satimpo 7 kasus, Bontang Baru 5 kasus, Kanaan 4 kasus, serta Guntung dan Berbas Pantai masing-masing 1 kasus.
Bachtiar menegaskan, mayoritas kasus terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memperluas penularan.
“Yang paling banyak terdampak adalah anak-anak yang tidak diimunisasi lengkap. Ini yang harus kita kejar,” tegasnya.
Baca Juga: Porprov Kaltim 2026: Balikpapan Siapkan Rp5 Miliar, Atlet Bisa Bertambah
Meski jumlah suspek cukup tinggi, Diskes memastikan tidak ada kasus kematian akibat campak. Penanganan dilakukan sesuai gejala, mulai dari perawatan di puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.
“Jika gejalanya ringan, bisa ditangani di puskesmas. Namun, bila membutuhkan perawatan lanjutan, akan dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Diskes Bontang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Orang tua diminta segera memeriksakan anak jika mengalami gejala seperti demam, ruam, dan batuk.
Upaya pencegahan melalui imunisasi tetap menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran campak di masyarakat. (*)
Editor : Ery Supriyadi