Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

SPMB Jalur Prestasi Bontang: Nilai Ujian Sekolah Berbobot 70 Persen, TKA Hanya Pendukung

Adhiel kundhara • Kamis, 16 April 2026 | 14:50 WIB
SPMB: Disdikbud menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) hanya salah satu instrumen pendukung seleksi agar hasil penerimaan murid baru lebih objektif dan kompetitif. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
SPMB: Disdikbud menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) hanya salah satu instrumen pendukung seleksi agar hasil penerimaan murid baru lebih objektif dan kompetitif. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan skema penilaian dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) jalur prestasi tidak hanya bergantung pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kombinasi nilai diterapkan guna menjaga keadilan bagi siswa.

Sekretaris Saparuddin mengatakan, komposisi penilaian saat ini menggunakan perbandingan 30 persen nilai TKA dan 70 persen nilai ujian sekolah bersama. Kebijakan tersebut merupakan kewenangan daerah, bukan langsung dari pemerintah pusat. “Nilai TKA memang tidak masuk ke dalam ijazah. Yang masuk tetap nilai ujian sekolah. Tapi untuk seleksi masuk, kita kombinasikan supaya lebih adil,” kata Saparuddin.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan TKA, dikhawatirkan akan memicu ketimpangan hasil. Hal ini berkaca dari pengalaman sebelumnya di jenjang SMA/SMK, di mana nilai siswa cenderung mengalami penurunan drastis. “Kalau hanya TKA saja yang kita pakai, kita khawatir hasilnya tidak merata. Bisa menimbulkan polemik di masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga: SPMB Bontang 2026, Jalur Afirmasi Kuota 25 Persen untuk Siswa Prioritas

TKA sendiri hanya menguji dua mata pelajaran utama, yakni literasi dan numerasi. Sementara itu, ujian sekolah bersama mencakup lebih banyak mata pelajaran dengan bobot penilaian masing-masing. Ia menegaskan sistem ujian bersama dibuat untuk menyamakan standar mutu antar sekolah di Bontang. Sebab, jika masing-masing sekolah menyelenggarakan ujian sendiri, maka sulit melakukan perbandingan hasil secara objektif.

“Kalau per sekolah, standar mutunya berbeda-beda. Maka dibuat ujian bersama agar semua punya acuan yang sama,” tutur dia. Terkait anggapan bahwa soal TKA terlalu sulit atau setara olimpiade, Saparuddin membantah hal tersebut. Ia menyebut soal TKA disusun oleh guru-guru terpilih dari berbagai daerah, termasuk dari Bontang.

“Tidak sampai setara olimpiade. Soalnya disusun oleh guru-guru, termasuk dari daerah kita. Tapi memang kualitas soal terus ditingkatkan,” terangnya. Ia juga menyebutkan peningkatan kualitas soal seharusnya menjadi tantangan bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #SPMB jalur prestasi #SPMB Bontang