KALTIMPOST.ID-Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco terus menunjukkan progres signifikan. Pemerintah menargetkan uji coba operasional (commissioning test) dimulai pada 21 April 2026, sebagai langkah penting sebelum proyek ini resmi difungsikan untuk masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, menjelaskan bahwa saat ini seluruh infrastruktur utama tengah dalam tahap finalisasi dan sinkronisasi antarbagian. “Rencana uji coba tanggal 21 April, sambil melihat perkembangan di semua sektor,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Ia mengungkapkan, hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa seluruh komponen proyek telah terbangun sesuai peran masing-masing pihak. Mulai dari kawasan ex void Indominco yang dibangun oleh pihak perusahaan, instalasi Water Treatment Plant (WTP) di sekitar jembatan Indominco oleh pemerintah provinsi, hingga titik offtake yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bontang.
“Peninjauan dilakukan ke semua lokasi, baik eks void Indominco, WTP, maupun offtake. Semua menjadi satu sistem yang saling terintegrasi,” ucapnya. Menurut Bowo, fokus utama saat ini adalah memastikan konektivitas antar infrastruktur berjalan optimal. Sebab, keberhasilan SPAM Regional tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik semata, tetapi juga pada kelancaran distribusi air ke masyarakat.
Baca Juga: Hore! Proyek SPAM Void Indominco Hasilkan 250 Liter Air Per Detik, Bisa Pasok Tiga Daerah di Kaltim
Ia menegaskan, proyek ini merupakan solusi strategis dalam menjawab kebutuhan air bersih yang selama ini masih menjadi tantangan di Bontang dan wilayah sekitarnya. “Ini bukan hanya proyek pembangunan, tapi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih masyarakat,” tutur dia.
Terkait durasi uji coba, Cholis menyebut akan menyesuaikan dengan kesiapan di lapangan. Namun, jika seluruh tahapan berjalan lancar tanpa kendala berarti, maka proyek tersebut ditargetkan dapat diresmikan pada Mei 2026. “Kalau sudah beres semua, peresmian bulan Mei,” terangnya.
SPAM Regional Indominco diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan air bersih secara signifikan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber air terbatas. Diketahui, proyek pembangunan offtake Telihan ini dikucurkan Rp21,9 miliar. Nominal ini termasuk dengan pemasangan pipa yang terhubung dengan WTP Bhayangkara milik Perumda Tirta Taman.
Pemasangan pipa ini terbentang dari Jalan Brigjen Katamso hingga S Parman. Lahan yang dibebaskan untuk offtake SPAM ini seluas 2.240 meter persegi. Nantinya infrastruktur ini digunakan untuk menampung distribusi udara dari bahan baku di lubang bekas tambang milik PT Indominco Mandiri. Khusus untuk pengerjaan di area bahan baku dan pemasangan pipa hingga offtake menjadi kewenangan Pemprov Kaltim. (riz)