KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang memastikan rencana rekrutmen 127 tenaga pendidikan akan mulai dijalankan secara bertahap mulai 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan guru, khususnya di sekolah-sekolah yang terdampak pensiun tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan proses pengangkatan ratusan guru tersebut tidak bisa dilakukan sekaligus.
Pasalnya, pemerintah masih harus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta menunggu persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Skemanya sudah ada, tapi pelaksanaannya bertahap. Sebagian di 2026 dan sebagian lagi di 2027. Karena ini menyangkut prosedur administrasi yang harus melalui BKPSDM dan menunggu persetujuan teknis,” kata Safa.
Baca Juga: Bidik PAD, Bapenda Bontang Surati 14 Pelaku Usaha yang Tak Optimal Setor Pajak Parkir
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin mengambil kebijakan yang justru berdampak pada pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi tenaga pendidik yang sudah ada. Karena itu, alternatif yang diambil adalah merekrut guru pengganti dengan skema penggajian melalui belanja jasa.
“Kalau dipaksakan sekaligus, yang terdampak bisa TPP. Itu yang tidak kita inginkan. Maka solusi yang diambil adalah merekrut guru pengganti dengan pembiayaan dari belanja jasa dan penguatan BOS daerah,” ucapnya.
Gaji guru yang direkrut nantinya akan disetarakan dengan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang, yakni sekitar Rp3,7 juta per bulan. Pembayaran akan diakomodasi melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah juga akan menaikkan alokasi Bosda. Saat ini tambahan Bosda direncanakan naik dari Rp900 ribu menjadi sekitar Rp1 juta per siswa per tahun, sehingga total bantuan mendekati Rp2 juta per siswa.
Baca Juga: Moncer! Pajak Parkir Bontang Lampaui Target di Triwulan I, Spot Ini Jadi Penyumbang Terbesar
Selain itu, rekrutmen akan diprioritaskan bagi warga lokal dengan KTP Bontang. Mekanisme seleksi direncanakan dilakukan secara terbuka, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan atau diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
“Kalau sekolahnya tidak ada pension maka besaran Bosda yang diterima tetap,” tutur dia. Secara keseluruhan, jumlah guru di Bontang saat ini mencapai 2.853. Angka ini mengacu data pokok pendidikan.
Jumlah ini mulai jenjang PAUD hingga SMA atau sederajatnya. Rinciannya 661 laki-laki dan 2.192 perempuan. Sementara jumlah tenaga kependidikan di tiap sekolah yakni 775. 280 laku-laki dan 495 perempuan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo