Momentum Peringatan Hari Kartini, Enam Lurah Perempuan Warnai Rotasi Jabatan di Bontang

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 13:31 WIB
EMBAN TUGAS: Enam perempuan dipilih untuk jabatan lurah di Kota Bontang setelah dilakukan rotasi jabatan. (ADIEL KUNDHARA/KP)
EMBAN TUGAS: Enam perempuan dipilih untuk jabatan lurah di Kota Bontang setelah dilakukan rotasi jabatan. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang kembali melakukan rotasi jabatan pada Selasa (21/4/2026) yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Menariknya, dalam mutasi kali ini terdapat enam perempuan yang dipercaya memimpin wilayah kelurahan. Hal ini dinilai sebagai langkah progresif dalam mendorong peran perempuan di sektor pemerintahan.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan peningkatan jumlah lurah perempuan menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama dalam menjalankan roda pemerintahan. Jika sebelumnya hanya terdapat satu lurah perempuan, kini jumlahnya meningkat signifikan menjadi enam orang.

Baca Juga: Kursi Dua Camat dan 10 Lurah di Kota Bontang Akhirnya Terisi  

“Ini bukan sekadar angka, tapi bentuk kepercayaan bahwa perempuan mampu beraktualisasi dalam seluruh proses pembangunan, khususnya di tingkat kelurahan,” kata Neni usai kegiatan tersebut.

Adapun enam lurah perempuan yang dilantik yakni Lurah Belimbing Andriyana, Lurah Gunung Telihan Meti Tandi, Lurah Kanaan Hermin Della, Lurah Loktuan Sunyk Widiarsih, Lurah Tanjung Laut Andriyani Kasim, serta Lurah Tanjung Laut Indah Elis Biantoro.

Momentum pelantikan yang bertepatan dengan Hari Kartini disebut sebagai kebetulan yang penuh makna. Menurut Neni, semangat Kartini harus terus hidup dalam diri para perempuan, terutama dalam memberikan pelayanan publik yang lebih gesit dan responsif.

Baca Juga: Tempat Parkir di Bontang yang Terdata Sebagai Wajib Pajak Daerah, Ini Datanya 

“Semangat Kartini harus menjadi energi bagi mereka untuk bekerja lebih cepat, lebih tanggap, dan lebih profesional. Perempuan juga mampu berkiprah di semua bidang pemerintahan,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada camat perempuan di Kota Bontang. Namun, pihaknya optimistis ke depan peluang tersebut akan terbuka seiring meningkatnya kompetensi dan pengalaman aparatur perempuan.

Rotasi jabatan ini sendiri merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja birokrasi. Pemerintah berharap kehadiran lurah perempuan dapat membawa perspektif baru dalam pelayanan masyarakat serta memperkuat pembangunan di tingkat kelurahan. (*)

Editor : Duito Susanto
pelantikan lurah hari kartini Neni Moerniaeni pemkot bontang wali kota