KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Bontang mendapat perhatian serius dari DPRD Bontang.
Sekretaris Komisi A, Saeful Rizal, mengatakan hasil TKA tidak seharusnya menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan kelanjutan pendidikan siswa ke jenjang berikutnya.
Menurut Saeful, skema penilaian yang memadukan 30 persen hasil TKA dan 70 persen dari ujian bersama dinilai sebagai langkah yang lebih adil dan proporsional. Hal ini penting mengingat kondisi kemampuan akademik siswa yang tidak merata di setiap wilayah.
“Kalau kondisi hasil TKA siswa rendah, untungnya masih ada aspek lain yang bisa mengakomodasi. Jadi anak-anak tetap punya peluang melanjutkan pendidikan,” kata Saeful.
Baca Juga: Villa di Bontang Kuala Disorot, DPRD Dorong Optimalisasi Pajak Daerah untuk Dongkrak PAD
Ia menilai, pendekatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara bertahap. Evaluasi terhadap hasil TKA tetap diperlukan, namun tidak boleh menghambat hak siswa untuk melanjutkan pendidikan.
Politikus PKS ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan ke depan. Ia berharap, melalui evaluasi berkelanjutan, hasil TKA di tahun-tahun mendatang dapat mengalami peningkatan signifikan.
Selain itu, ia mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan TKA, khususnya di wilayah pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur. Pemerintah, kata dia, telah berupaya menyediakan fasilitas seperti jaringan internet, listrik, hingga perangkat laptop yang dipinjamkan kepada siswa.
“Inisiatif ini sangat baik karena memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi, terutama di daerah dengan keterbatasan,” ucapnya.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TKA. Beberapa pihak yang dinilai perlu terlibat antara lain PLN dalam penyediaan listrik, serta Telkomsel untuk akses jaringan internet.
Tak hanya itu, aspek kesehatan siswa juga menjadi perhatian. Saeful mengingatkan bahwa kesiapan fasilitas harus diimbangi dengan kondisi fisik siswa yang prima agar pelaksanaan TKA berjalan optimal.
Lebih lanjut, ia menekankan evaluasi harus menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan program pendidikan. Jika ditemukan kekurangan, maka perlu segera diperbaiki.
Sebaliknya, jika program sudah berjalan baik, maka harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan cakupannya. “Kalau sudah bagus, dipertahankan. Kalau bisa ditingkatkan dan diperluas agar lebih banyak siswa merasakan manfaatnya,” tutur dia.
Terkait hasil TKA, Saeful berharap pelaksanaan tahun ini dapat memberikan hasil maksimal. Meski demikian, ia tetap membuka ruang evaluasi apabila ditemukan kendala di lapangan. “Hasilnya kita harapkan maksimal. Tapi kalau ada kekurangan, itu jadi bahan perbaikan ke depan,” terangnya.
Diketahui, pelaksanaan TKA jenjang SD di Bontang masih berlangsung hingga Kamis mendatang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo