Pemkot Bontang Bakal Monitoring Pekan Depan, Antrean Kendaraan di SPBU Tanjung Laut Diduga Karena Ini

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Jumat, 24 April 2026 | 17:31 WIB
JADI SEMPIT: Antrean kendaraan di sekitar SPBU Tanjung Laut membuat lebar ruas jalan Jenderal Soedirman dan Ir H Juanda terbatas. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
JADI SEMPIT: Antrean kendaraan di sekitar SPBU Tanjung Laut membuat lebar ruas jalan Jenderal Soedirman dan Ir H Juanda terbatas. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Antrean kendaraan truk yang hendak mengisi bahan bakar jenis solar di SPBU Tanjung Laut mendapatkan perhatian dari Pemkot Bontang. Kabag Perekonomian dan  Sumber Daya Alam Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan pihaknya telah melakukan tinjauan sejak Rabu (22/4/2026) lalu. 

Dalam waktu dekat jika kondisi tidak mengalami perubahan maka tim akan melakukan pembahasan. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan yang berdampak terhadap panjangnya antrean kendaraan. “Kami akan monitoring pekan depan,” kata Arif, Jumat (24/4/2026). 

Ia pun juga telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait dengan kejadian ini. Konon, berdasarkan informasi yang diperoleh memang terjadi pengurangan kuota pengiriman solar untuk SPBU Tanjung Laut. Dari 16 kiloliter per hari menjadi 8 kiloliter. 

Tetapi ia belum bisa menjelaskan penyebab dari pengurangan kuota tersebut. Pasalnya kewenangan untuk kuota distribusi sepenuhnya di Pertamina. “Ini baru dapat informasi tetapi kami akan menanyakan lebih lanjut,” ucapnya. 

Pada pertengahan pekan ini sejatinya informasi antrean panjang disebabkan karena distribusi di SPBU Akawy mengalami keterlambatan selama satu hari. Kondisi ini membuat kendaraan menumpuk di SPBU lainnya. Tetapi situasi ini terjadi hingga saat ini.  

Sehubungan dengan skema pengaturan antrean, pihaknya juga menyerahkan kepada instansi terkait. Utamanya Dishub dan Satlantas Polres Bontang. Sebelumnya pengaturan antrean memang dipanggil melalui sosial media. Akibatnya hanya ada beberapa kendaraan truk yang berada di sekitar SPBU Tanjung Laut. 

“Bisa dikonfirmasi kepada instansi bersangkutan terkait skema pengaturan antrean,” tutur dia. 

Diketahui pemerintah pusat telah menaikkan harga BBM non subsidi beberapa waktu lalu. BBM jenis pertamax saat ini dijual Rp12.600 per liternya. Kemudian Pertamax Turbo Rp19.850, dan Dexlite Rp24.150 per liternya. Padahal untuk Dexlite sebelumnya dipatok harga Rp14.500 per liternya. (*)

Editor : Ismet Rifani
SPBU Tanjung Laut Moch Arif Rochman pemkot bontang antre bbm