BONTANG- Pertamina memastikan tidak ada pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah Bontang. Isu yang beredar di masyarakat terkait penurunan distribusi ditegaskan sebagai kesalahpahaman.
Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, mengatakan kebijakan yang dilakukan saat ini adalah pengalihan distribusi, bukan pengurangan kuota.
“Tidak ada pengurangan. Yang dilakukan adalah pengalihan kuota agar penyaluran di SPBU, khususnya di wilayah tengah kota, bisa dievaluasi,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan serta mengganggu ketertiban distribusi BBM subsidi.
Ia menegaskan, penghitungan kuota BBM tidak bisa dilihat secara harian, melainkan berdasarkan alokasi bulanan. Oleh karena itu, anggapan bahwa distribusi solar di SPBU Tanjung Laut, turun dari 16 kiloliter menjadi 8 kiloliter per hari tidak tepat.
“Kuota itu sistemnya bulanan, tidak bisa ditembak harian. Jadi tidak bisa langsung disimpulkan sebelumnya 16 kiloliter lalu sekarang jadi 8 kiloliter per hari,” ucapnya.
Pengalihan kuota, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan distribusi lebih merata dan tepat sasaran, sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu. Dengan skema ini, Pertamina juga dapat mengevaluasi pola penyaluran dan konsumsi BBM di lapangan.
Pengalihan kuota tersebut menyasar ke SPBU kilometer 3 di Jalan Arief Rahman Hakim di daerah perbatasan dengan Kutim. Serta SPBU kilometer 8 jalan Poros Bontang-Samarinda.
Hermawan menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola SPBU dan pemerintah daerah, guna menjaga kelancaran distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pertamina, kata dia, tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Yang terpenting, distribusi tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Evaluasi ini justru untuk memperbaiki sistem penyaluran agar lebih optimal,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani