Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pendampingan Korban Pelecehan di Bontang Utara Diperkuat, Neni: Edukasi dan Perlindungan Jadi Prioritas

Adhiel kundhara • Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57 WIB
NENI MOERNIAENI
NENI MOERNIAENI

BONTANG- Pemkot Bontang memastikan pendampingan terhadap anak korban dugaan pelecehan seksual di Kecamatan Bontang Utara terus berjalan secara intensif dan menyeluruh.

Wali Kota Neni Moerniaeni mengatakan, seluruh instansi terkait telah dikerahkan, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk menangani kasus ini dari berbagai aspek. Mulai dari hukum, psikologis, hingga pemulihan trauma korban.

“Ini menjadi peringatan bagi Kota Bontang. Edukasi harus ditingkatkan, tidak hanya kepada anak, tetapi juga orang tua dan lingkungan,” kata Neni, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak bisa dilakukan secara instan. Pendampingan harus dilakukan dalam jangka panjang karena dampak trauma yang dialami korban bisa berkepanjangan.

“Trauma ini tidak bisa selesai cepat. Harus ada pendampingan berkelanjutan, edukasi rutin, dan keterlibatan keluarga,” ucapnya.

Selain fokus pada penanganan korban, Pemkot Bontang juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi masif kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada anak terkait batasan privasi serta cara menghindari modus kejahatan, termasuk bujuk rayu pelaku.

“Modus seperti ini harus diantisipasi. Anak-anak harus paham batasan yang tidak boleh dilanggar,” tutur dia.

Ia menambahkan, edukasi tidak hanya menyasar anak, tetapi juga orang tua. Bahkan, pemerintah telah melakukan pendekatan langsung ke masyarakat dengan mengumpulkan puluhan orang tua untuk diberikan pemahaman terkait pola pengasuhan dan perlindungan anak.

Pendekatan yang dilakukan, kata Neni, mengedepankan empati dan kasih sayang, bukan penghakiman. Hal ini penting untuk menjaga kondisi psikologis korban maupun keluarga.

“Jangan diekspos berlebihan. Berikan dukungan, bukan stigma. Anak-anak ini harus kita lindungi bersama,” terangnya.

Pemkot Bontang juga menggandeng berbagai pihak, termasuk konselor dan lembaga terkait, untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Pendampingan dilakukan tidak hanya kepada korban, tetapi juga keluarga sebagai lingkungan terdekat.

Dalam kesempatan itu, Neni juga menyinggung pentingnya kewaspadaan terhadap dampak negatif era digital yang kian kompleks. Ia menyebut fenomena “tsunami digital” turut memengaruhi perilaku anak, sehingga literasi digital menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Sementara itu, kasus dugaan pelecehan seksual ini tengah ditangani aparat penegak hukum. Seorang pria berinisial TAR (46) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Plt Kasatreskrim AKP Mohammad Yazid mengungkapkan, jumlah korban sementara tercatat empat orang dan seluruhnya masih di bawah umur. “Korban ada empat orang dan semuanya anak-anak,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#DP3AKB Bontang #pelecehan seksual anak #Neni Moerniaeni