Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

May Day 2026: UMK Bontang 2027 Diproyeksi Tembus Rp4 Juta

Adhiel kundhara • Jumat, 1 Mei 2026 | 17:00 WIB
BERBAUR: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 yang dipusatkan di halaman parkir DPMPTSP, Jalan Awang Long, Jumat (1/5/2026) pagi. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
BERBAUR: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 yang dipusatkan di halaman parkir DPMPTSP, Jalan Awang Long, Jumat (1/5/2026) pagi. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menjadi sinyal positif bagi para pekerja di Bontang. Upah Minimum Kota (UMK) Bontang tahun 2027 diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan, bahkan berpeluang menembus angka Rp4 juta.

Wali Kota Neni Moerniaeni mengatakan, proyeksi tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan ekonomi daerah yang mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat mengalami kontraksi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau melihat tren sekarang, pertumbuhan ekonomi kita sudah di kisaran 3 persen, bahkan bisa menuju 4 persen. Kalau tanpa migas bisa sampai 6 persen,” katanyausai peringatan May Day, Jumat (1/5/2026).

Menurut Neni, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor utama dalam perhitungan UMK. Meski demikian, penetapan besaran upah tetap mengacu pada formula resmi dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, kenaikan UMK tahun 2026 yang relatif kecil menjadi pembelajaran. Saat itu, kenaikan hanya sebesar Rp19.467, dari Rp3.780.012,66 menjadi Rp3.799.480. Hal tersebut dipengaruhi oleh formula dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, yang mengacu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Waktu itu pertumbuhan ekonomi kita masih minus sekitar 2 persen, jadi berpengaruh terhadap kenaikan UMK,” tutur dia.

Seiring membaiknya kondisi ekonomi, ia optimistis kenaikan UMK tahun depan akan lebih signifikan. Apalagi sektor industri, termasuk migas dan nonmigas, mulai menunjukkan tren positif.

“Kalau pertumbuhan ekonomi kita terus membaik, tentu perhitungan UMK juga akan ikut naik. Bisa saja menyentuh Rp4 juta,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Neni juga menegaskan Pemkot Bontang terus berupaya menjaga kesejahteraan pekerja melalui berbagai program pendukung, tidak hanya bergantung pada kenaikan upah.

Salah satunya adalah program bantuan pendidikan seperti kuliah gratis dan perlengkapan sekolah, yang secara tidak langsung mengurangi beban pengeluaran pekerja.

“Gaji mungkin tidak terlalu besar naiknya, tapi pengeluaran masyarakat kita tekan. Itu bentuk kehadiran pemerintah,” sebutnya.

Selain itu, Pemkot Bontang juga memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat rentan serta memastikan akses kesehatan tetap terjamin.

Di sisi lain, pemerintah juga mengantisipasi dampak kebijakan nasional, termasuk pengurangan produksi batu bara yang berpotensi memengaruhi tenaga kerja. Untuk itu, disiapkan program pendampingan dan bantuan usaha tanpa bunga bagi warga terdampak.

“Kita siapkan solusi. Kalau ada yang terdampak, kita bantu permodalan supaya tetap punya penghasilan,” ungkapnya.

Neni menambahkan, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan perusahaan agar pekerja yang terdampak dapat kembali bekerja ketika kondisi industri membaik. Momentum May Day, lanjutnya, bukan hanya soal tuntutan kenaikan upah, tetapi juga refleksi bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha.

“Kita ingin kesejahteraan buruh meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Perayaan May Day pada tahun ini di Kota Bontang diisi dengan kegiatan positif seperti senam sehat, jalan santai, donor darah, dan pembagian ratusan doorprize termasuk 2 unit motor listrik. Acara yang mengusung tema "Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama". (*)

Editor : Ismet Rifani
#UMK Bontang #May Day 2026 PPU #Neni Moerniani