KALTIMPOST.ID, BONTANG - Sejumlah saluran drainase di wilayah Kota Bontang mengalami penyumbatan akibat sedimentasi lumpur dan tumpukan sampah.
Kondisi tersebut mendorong Tim Panbers (Pasukan Bersih Sungai) di bawah Dinas PUPRK untuk turun langsung melakukan pembersihan sebagai langkah antisipasi banjir saat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin pemerintah dalam menjaga fungsi infrastruktur drainase di kawasan permukiman.
Baca Juga: KM Binaiya Masuk Perbaikan, Pelabuhan Loktuan Tambah 2 Jadwal KM Egon
“Penanganan ini kita lakukan untuk memastikan saluran tetap berfungsi optimal, terutama menghadapi musim hujan. Kalau dibiarkan, sedimentasi bisa menyebabkan genangan bahkan banjir,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini, Selasa (5/5/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembersihan berada di RT 25, Kelurahan Tanjung Laut Indah, tepatnya di kawasan Rawa Indah. Di lokasi tersebut, drainase terlihat dipenuhi lumpur tebal yang menghambat aliran air.
Tim Panbers kemudian melakukan pengangkatan sedimentasi dan sampah secara manual menggunakan sekop dan cangkul. Metode ini dinilai efektif untuk menjangkau bagian saluran yang sempit. Setelah pembersihan dilakukan, aliran air yang sebelumnya tersendat kini kembali lancar.
Selain itu, kegiatan juga menyasar Jalan Pontianak 5, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Di lokasi ini, tim melakukan normalisasi parit warga dengan membersihkan endapan material serta merapikan struktur saluran agar mampu menampung debit air secara maksimal.
Baca Juga: Siap-Siap, Distribusi Air Bersih di Wilayah Bontang Ini Bakal Berhenti Sementara
Menurut Bowo, beberapa titik yang ditangani memang mengalami pendangkalan cukup serius akibat penumpukan material dalam waktu lama, termasuk sampah rumah tangga yang dibuang ke saluran.
“Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga perilaku. Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke drainase karena dampaknya langsung ke lingkungan mereka sendiri,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, anggota tim bekerja secara gotong royong. Selain menggunakan peralatan manual, mereka juga memanfaatkan alat bantu sederhana untuk mempercepat proses pengerjaan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga. Mereka menilai pembersihan drainase memberikan dampak nyata terhadap kelancaran aliran air dan mengurangi potensi genangan saat hujan.
“Sekarang air cepat surut, tidak seperti sebelumnya yang sering meluap,” pungkas salah satu warga, Dewi. (*)
Editor : Duito Susanto