BONTANG - Pemkot Bontang resmi melaksanakan pengambilan sumpah atau janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Bontang, Jumat (8/5/2026) di Pendopo Rujab Wali Kota. Dalam agenda tersebut, sebanyak 119 aparatur sipil negara (ASN) resmi diambil sumpahnya sebagai bagian dari penguatan profesionalisme birokrasi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, pengambilan sumpah dan pelantikan bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, momen itu merupakan pengukuhan komitmen spiritual dan tanggung jawab moral ASN kepada negara, pemerintah daerah, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Pengambilan sumpah dan pelantikan hari ini adalah bentuk amanah yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan penuh tanggung jawab,” kata Neni dalam sambutannya.
Baca Juga: Sesuai PP! Ketua Apersi Kaltim Tegaskan Izin Perumahan MBR Masuk Lewat OSS
Dari total ASN yang mengikuti pengambilan sumpah, terdiri atas 112 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan tujuh PNS. Selain itu, Pemkot Bontang juga melantik 104 pejabat fungsional yang terbagi menjadi 52 pejabat fungsional ahli pertama dan 52 pejabat fungsional terampil.
Dalam arahannya, Neni menegaskan pentingnya penerapan core values ASN BerAKHLAK yang meliputi berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Dia meminta seluruh ASN menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam bekerja.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi seperti saat ini, tidak ada lagi ruang bagi praktik maladministrasi, pungutan liar, maupun penyalahgunaan wewenang.
“Bekerjalah dengan lurus, bersih, dan penuh rasa tanggung jawab. Masyarakat Bontang menaruh harapan besar agar pelayanan publik bisa berjalan cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi,” ucapnya.
Baca Juga: Penyegaran Birokrasi, Bupati Frederick Edwin Tekankan Pelayanan Publik
Neni juga mengingatkan ASN agar tidak membeda-bedakan pelayanan kepada masyarakat, baik berdasarkan status ekonomi maupun kedekatan dengan pejabat pemerintahan.
“Jangan dibedakan antara orang kaya, orang miskin, ataupun yang merasa dekat dengan pejabat. Semua harus mendapatkan pelayanan yang sama,” tutur dia.
Khusus kepada pejabat fungsional yang baru dilantik, Neni menilai jabatan tersebut memiliki peran penting sebagai ujung tombak inovasi birokrasi. Menurutnya, transformasi birokrasi saat ini menempatkan jabatan struktural dan fungsional sebagai dua unsur yang saling mendukung.
Pejabat fungsional, kata dia, dituntut bekerja secara profesional, mandiri, dan berbasis kompetensi spesifik untuk mendukung penyusunan kebijakan maupun pelaksanaan program strategis daerah.
“Jangan hanya fokus mengejar angka kredit demi kenaikan pangkat. Tetapi fokuslah pada output dan outcome yang berdampak nyata bagi masyarakat Kota Bontang,” terangnya.
Di akhir sambutannya, Neni mengucapkan selamat kepada seluruh ASN dan pejabat fungsional yang baru dilantik. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga ASN yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengabdian aparatur negara.
“Mari rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan Kota Bontang yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki