KALTIMPOST.ID- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang memastikan segera memulai pengerjaan proyek penanganan longsoran di Jalan Soekarno-Hatta, Bontang Lestari. Setelah Dinas PUPRK menggelar rapat persiapan penandatangan kontrak proyek tersebut.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, proses pengadaan pun telah rampung. Proyek dimenangkan oleh CV Putri Jaya Sakti. "Perusahaan ini berasal dari Bontang," kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini, Rabu (20/5/2026).
Nantinya kontraktor akan mengerjakan proyek tersebut selama 210 hari. Dinas PUPRK pun optimistis dengan waktu yang ada kontraktor bisa merampungkan pengerjaan. "Mudah-mudahan lancar semuanya," pintanya.
Nilai proyek tersebut mencapai Rp4,6 miliar. Angka tersebut telah mendapat penyesuaian. Pasalnya sebelumnya di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) tertera Rp4,5 miliar.
"Penyesuaian ini imbas dari harga material dan bahan bakar yang mengalami kenaikan," tutur dia. Nantinya kontraktor pemenang bersama Dinas PUPRK akan melaksanakan Pre Construction Meeting (PCM) terlebih dahulu. Sebelum proyek dimulai secara fisik di lapangan.
Terkait pengerjaan, Dinas PUPRK memastikan jalur dari arah kota ke Bontang Lestari tetap bisa digunakan dua lajur. Kontraktor hanya diwajibkan memasang rambu-rambu peringatan.
Meski kebutuhan penanganan mencapai ratusan meter, tahun ini baru sekitar 30 hingga 40 meter yang bisa ditangani sesuai kemampuan anggaran. Secara perencanaan awal, panjang penanganan longsoran di lokasi tersebut berada di kisaran 100 hingga 140 meter.
Penurapan ini tingginya mencapai 4,75 meter. Menurutnya, bentuk penanganan yang akan dilakukan berupa pembangunan turap penahan tanah. Namun berbeda dari proyek sebelumnya yang menggunakan sistem cor beton di tempat, kali ini metode yang dipakai adalah beton pracetak (precast). (riz)
Editor : Muhammad Rizki