Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Neni Beri Ultimatum Tiga Bulan, Kondisi Kebersihan Lingkungan di Bontang Wajib Berubah Signifikan

Adhiel kundhara • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:54 WIB
JAGA ESTETIKA KOTA: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat memberikan instruksi terkait standardisasi kebersihan lingkungan kepada para camat dan lurah. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
JAGA ESTETIKA KOTA: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat memberikan instruksi terkait standardisasi kebersihan lingkungan kepada para camat dan lurah. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID- Persoalan sampah menjadi perhatian serius Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Dalam arahannya kepada pejabat baru, camat, lurah hingga kepala puskesmas, Kamis (21/5/2026). Neni menegaskan seluruh wilayah harus bergerak aktif menjalankan program kebersihan lingkungan.

Bahkan, ia menargetkan dalam waktu tiga bulan kondisi kebersihan lingkungan di Kota Bontang sudah menunjukkan perubahan signifikan. “Saya ingin ada progres nyata. Minimal terukur apa yang sudah dilakukan untuk membuat wilayah lebih bersih,” kata Neni.

Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan lingkungan. Neni mengakui mengubah perilaku masyarakat memang tidak mudah. Namun ia meminta seluruh jajaran pemerintah tidak menyerah dalam melakukan edukasi.

Baca Juga: Neni Moerniaeni Minta Camat hingga RT di Bontang Petakan Keluarga Berisiko Stunting

“Change of behavior itu memang sulit. Tapi jangan menyerah. Kita harus sabar mengedukasi masyarakat,” ucapnya. Ia meminta camat dan lurah turun langsung memimpin gerakan kebersihan lingkungan. Jalur drainase, parit hingga sungai harus dipastikan bersih dari gulma dan sedimentasi yang dapat memicu banjir.

Dalam sambutannya, Neni bahkan menyinggung beberapa titik yang masih dipenuhi sampah dan gulma. Ia mengaku kerap turun langsung memantau kondisi wilayah tanpa pengawalan. “Saya keliling sendiri melihat kondisi wilayah. Masih ada beberapa titik yang perlu perhatian serius,” tutur dia.

Untuk memperkuat gerakan tersebut, Neni meminta seluruh ASN menjadi contoh dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Ia juga menegaskan pentingnya penguatan bank sampah di tingkat RT dan kelurahan sebagai bagian dari ekonomi sirkular.

“Sesungguhnya sampah itu berkah kalau bisa dikelola dengan baik,” terangnya. Selain itu, Pemkot Bontang juga tengah menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) melalui dukungan pendanaan pemerintah pusat.

Menurut Neni, nantinya sampah yang masuk ke sanitary landfill hanyalah residu akhir setelah melalui proses pemilahan. Ia meminta seluruh perangkat daerah memahami konsep pengelolaan sampah modern agar program dapat berjalan maksimal.
“Kalau tidak paham soal residu dan TPST, bagaimana mau menjalankan program dengan baik,” sebutnya. 

Neni juga mengajak masyarakat ikut aktif mempromosikan wajah baru Kota Bontang yang bersih dan nyaman.
“Kalau bukan kita yang membangun branding kota ini, siapa lagi,” tegasnya. Gerakan Sampahku itu Tanggung Jawabku (Gesit) tersebut, lanjut Neni, merupakan bagian dari visi besar menjadikan Kota Bontang bebas sampah dan memiliki kualitas lingkungan yang lebih sehat. (98)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Neni Moerniaeni