Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sindir Laporan Asal Foto, Wali Kota Bontang Minta Kasatpol PP Baru Beri Solusi Nyata

Adhiel kundhara • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:09 WIB
TEGAKKAN ATURAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat melakukan rotasi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Bontang. Salah satu posisi strategis yang dirombak adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
TEGAKKAN ATURAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat melakukan rotasi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Bontang. Salah satu posisi strategis yang dirombak adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID- Pesan khusus diberikan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang baru dilantik, Eddy Forestwanto agar menjalankan tugas penegakan peraturan daerah secara humanis namun tetap tegas. Dalam sambutannya, Neni menegaskan Satpol PP merupakan wajah kewibawaan pemerintah daerah. Karena itu pendekatan persuasif dan edukatif harus dikedepankan dalam menjaga ketertiban umum.

“Satpol PP harus humanis, edukatif, tetapi tetap tegas tanpa pandang bulu,” kata Neni. Ia menilai penegakan perda tidak boleh dilakukan dengan pendekatan represif semata. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Neni juga meminta Satpol PP meningkatkan koordinasi bersama TNI, Polri dan unsur masyarakat dalam mendeteksi potensi gangguan ketertiban umum. “Sinergi harus diperkuat. Jangan bekerja sendiri,” ucapnya. Selain itu, ia menyoroti masih adanya sejumlah persoalan sosial di Kota Bontang yang membutuhkan perhatian serius dari Satpol PP dan lintas OPD.

Neni mencontohkan keberadaan rumah liar, aktivitas anak-anak ngelem hingga gangguan sosial lainnya yang menurutnya harus diselesaikan dengan pendekatan persuasif. “Jangan hanya sidak lalu selesai. Besoknya muncul lagi. Harus ada solusi nyata,” tutur dia.

Baca Juga: Neni Beri Ultimatum Tiga Bulan, Kondisi Kebersihan Lingkungan di Bontang Wajib Berubah Signifikan

Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak hanya fokus pada laporan administratif atau dokumentasi kegiatan semata. Menurutnya, pemerintah membutuhkan hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat. “Saya tidak suka hanya foto-foto laporan. Yang saya mau adalah aksi dan dampaknya,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Neni juga meminta lurah dan camat lebih aktif memantau wilayah masing-masing. Menurutnya, persoalan sosial di tingkat lingkungan sebenarnya dapat cepat ditangani jika semua unsur bergerak bersama. “Kota Bontang ini kecil. Punya RT, lurah, camat, kader. Masa persoalan di lingkungan tidak selesai,” sebutnya.

Neni optimistis ketertiban wilayah dapat terjaga apabila seluruh aparat bekerja dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat. Ia menilai aparat pemerintah harus hadir tidak hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai solusi bagi masyarakat. 

“Lakukan pendekatan emosional dan penuh kasih sayang kepada masyarakat,” pesannya. Di akhir arahannya, Neni meminta Satpol PP terus menjaga wajah Kota Bontang agar tetap aman, tertib dan nyaman sebagai kota layak huni. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Neni Moerniaeni #Satpol PP Bontang