KALTIMPOST.ID-Komitmen Pemkot Bontang dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak kembali ditegaskan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Dalam arahannya kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana yang baru dilantik, Bahtiar Mabe.
Neni meminta seluruh jajaran memperkuat program kota layak anak. “Pertahankan dan tingkatkan prestasi Kota Bontang sebagai kota layak anak,” kata Neni. Menurutnya, perlindungan perempuan dan anak tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Pemerintah harus mampu menghadirkan ekosistem kota yang aman bagi tumbuh kembang anak mulai dari tingkat RT hingga kota.
Neni juga menyoroti tingginya ancaman kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk dampak negatif dunia digital.
Ia meminta penguatan edukasi, pencegahan hingga penegakan hukum dilakukan secara responsif. “Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditangani serius,” ucapnya.
Selain itu, Neni meminta program keluarga berencana dan edukasi pranikah direvitalisasi sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun generasi berkualitas.
“Ketahanan keluarga adalah pondasi utama mencetak generasi berkarakter,” tutur dia.
Baca Juga: Sindir Laporan Asal Foto, Wali Kota Bontang Minta Kasatpol PP Baru Beri Solusi Nyata
Dalam sambutannya, Neni juga menyinggung persoalan sosial anak dan remaja yang membutuhkan pendekatan psikologis dan emosional. Ia meminta pemerintah hadir secara aktif dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak yang mengalami persoalan sosial.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak menghadapi masalah sendirian,” terangnya. Neni turut menyoroti fenomena penyalahgunaan lem di kalangan anak-anak. Ia meminta camat, lurah hingga OPD terkait aktif melakukan pendataan dan pembinaan.
“Harus ada solusi nyata, jangan hanya sidak lalu selesai,” sebutnya. Selain itu, ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kolaborasi dengan psikolog dan berbagai organisasi sosial dalam menangani persoalan anak. Menurutnya, pendekatan kasih sayang menjadi kunci penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Neni juga mengingatkan bahwa seluruh program perlindungan perempuan dan anak harus benar-benar menyentuh masyarakat bawah. Ia berharap Bontang dapat menjadi kota yang aman, ramah anak dan memiliki ketahanan keluarga yang kuat. “Kalau keluarga kuat, maka kota ini juga akan kuat,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki