Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Neni Siapkan Reward Rp500 Juta untuk Kelurahan Berprestasi, Penanganan Stunting dan Sampah Jadi Indikator Penilaian

Adhiel kundhara • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

 

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyiapkan penghargaan senilai Rp500 juta bagi kelurahan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam penanganan stunting dan pengelolaan sampah.

Program tersebut disiapkan untuk memacu semangat aparatur di tingkat bawah, mulai dari lurah, RT hingga kader masyarakat agar lebih aktif menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

“Minimal mereka harus punya semangat kerja yang terukur. Kota Bontang ini kecil, harusnya persoalan-persoalan di tingkat RT bisa cepat selesai kalau semua bergerak,” kata Neni.

Baca Juga: Tak Hanya Andalkan APBD, Wakil Wali Kota Bontang Gandeng Forum TJSL Perusahaan Kepung Stunting

Menurutnya, pemerintah selama ini telah memberikan dukungan anggaran cukup besar kepada perangkat RT, termasuk insentif bagi ketua RT, sekretaris hingga bendahara RT. Karena itu, kinerja aparatur lingkungan dinilai harus benar-benar terlihat dan dirasakan masyarakat.

“Kita punya RT, sekretaris RT, bendahara RT, semua digaji. Masa di satu RT ada lima stunting tidak bisa selesai? Masa masalah sampah tidak bisa selesai?” ujarnya.

Neni menegaskan, pemberian insentif ke depan tidak hanya berbasis administrasi semata. Pemkot Bontang akan menerapkan sistem evaluasi berbasis capaian kerja di lapangan.

“Nanti RT ketika menerima insentif harus ada kinerjanya. Jangan hanya administrasi selembar saja,” tuturnya.

Baca Juga: Jalur Domisili dan Afirmasi SMPB SD di Bontang Ditutup, 994 Kuota Bakal Bergeser

Dia juga meminta lurah mengambil peran lebih aktif dalam mengedukasi RT agar seluruh program pemerintah berjalan serentak dan terukur hingga tingkat lingkungan terkecil.

“Lurah harus bisa mengedukasi RT. Program-program ini harus jalan bersama-sama sehingga semua sadar bahwa kita digaji oleh rakyat,” terangnya.

Selain pengelolaan sampah, Neni turut menyoroti pentingnya edukasi bagi ibu hamil sebagai bagian dari percepatan penurunan angka stunting di Kota Bontang. Menurutnya, ibu hamil wajib rutin memeriksakan kesehatan selama masa kehamilan.

“Edukasi ibu hamil itu penting. Mereka harus rutin cek kehamilan,” katanya.

Dia menilai persoalan stunting tidak cukup ditangani melalui bantuan makanan tambahan saja, melainkan juga membutuhkan perubahan pola pikir dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.

Karena itu, Pemkot Bontang mendorong keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai RT, kader posyandu hingga puskesmas untuk melakukan pendampingan langsung kepada keluarga berisiko stunting.

Neni optimistis program reward tersebut akan memunculkan kompetisi positif antarkelurahan sehingga penanganan stunting dan persoalan lingkungan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Terkait indikator penilaian, pemerintah masih menunggu perumusan lebih lanjut oleh Asisten I Setkot Bontang. Program penghargaan ini juga disebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang sebelumnya memberikan tambahan fiskal Rp3 miliar kepada Kota Bontang atas keberhasilan menekan angka pengangguran.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Stunting Kota Bontang #pengelolaan sampah Bontang #reward kelurahan #insentif RT Bontang #Neni Moerniaeni