BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang akan melakukan monitoring ketersediaan hewan kurban mulai Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan stok hewan kurban aman serta kondisi kesehatan ternak layak untuk Iduladha.
Petugas DKP3 dijadwalkan mendatangi sejumlah lapak penjualan hewan kurban di wilayah Bontang untuk melakukan pendataan jumlah ternak yang tersedia.
Baca Juga: MA Putuskan Tolak Kasasi Dua Terdakwa Pengadaan Lahan Labkesda Bontang
Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengatakan monitoring rencananya juga akan melibatkan kepala daerah dan dokter hewan guna memastikan kondisi ternak tetap sehat.
“Nanti kami juga akan membawa dokter hewan untuk memastikan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Debora menjelaskan, pemeriksaan kesehatan sebenarnya telah dilakukan secara berkala terhadap hewan kurban yang masuk ke Bontang.
“Kalau ada hewan kurban yang datang di Bontang langsung diperiksa,” katanya.
Sementara itu, Kabid Peternakan DKP3 Bontang, drh Riyono, mengatakan pemeriksaan dilakukan dari sisi klinis maupun syariat. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, cara berdiri, hingga kecukupan umur ternak untuk kurban.
Baca Juga: Formasi Guru SD Paling Banyak Dibuka di Rekrutmen Guru Pengganti Bontang 2026
Selain itu, petugas juga mengambil sampel untuk memastikan hewan bebas dari penyakit maupun parasit.
“Termasuk kami mengambil sampel apakah terdapat cacing di dalamnya atau tidak. Hasilnya belum keluar,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara DKP3 Bontang, jumlah pedagang hewan kurban yang terdata mencapai 62 pedagang yang tersebar di wilayah Bontang Barat, Bontang Utara, dan Bontang Selatan.
Sementara stok hewan kurban yang tercatat meliputi 1.484 ekor sapi, 1.522 ekor kambing, dan 97 ekor domba.
Riyono menambahkan, pasokan ternak kurban tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.
Editor : Muhammad Ridhuan