BONTANG- Disdikbud Bontang memperpanjang masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar (SD) hingga Sabtu (30/5/2026). Kebijakan itu diambil karena ratusan kuota sekolah negeri hingga kini belum terpenuhi.
Berdasarkan data Disdikbud, masih terdapat 428 kursi kosong yang tersebar di sejumlah SD negeri di Kota Taman. Dari 23 sekolah yang membuka pendaftaran online, hanya SDN 009 Bontang Utara yang kuotanya sudah penuh.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menegaskan perpanjangan waktu pendaftaran bukan berarti penambahan daya tampung siswa. Pemerintah hanya memberikan kesempatan tambahan bagi masyarakat yang belum sempat mendaftarkan anaknya.
“Kuotanya tidak ditambah. Kami hanya memperpanjang waktu pendaftaran sampai hari Sabtu,” kata Saparuddin, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, calon peserta didik masih bisa mendaftar di sekolah yang daya tampungnya belum terisi. Namun untuk sekolah yang kuotanya telah penuh, Disdikbud memastikan tidak ada tambahan rombongan belajar (rombel).
Menurut Saparudin, kondisi banyaknya kursi kosong tahun ini terjadi hampir merata di seluruh wilayah Bontang. Evaluasi sementara menunjukkan jumlah anak usia sekolah yang berada di Bontang kemungkinan mengalami penurunan.
“Kalau dilihat ini merata, bukan hanya satu wilayah saja. Kemungkinan memang banyak anak usia sekolah yang sekarang tidak berada di Bontang,” ucapnya.
Meski membuka peluang perpindahan lintas wilayah sekolah, Disdikbud tetap meminta orang tua mempertimbangkan jarak sekolah dengan tempat tinggal. Hal itu dinilai penting agar siswa tidak mengalami kendala transportasi saat proses belajar berjalan.
“Prinsip domisili itu sebenarnya supaya anak dekat dengan sekolah. Jangan sampai terlalu jauh lalu kesulitan antar jemput,” tutur dia.
Disdikbud juga menegaskan perpanjangan masa pendaftaran tidak boleh dimanfaatkan untuk menarik siswa yang sudah diterima di sekolah lain, terutama sekolah swasta. Panitia diminta memastikan calon peserta didik yang mendaftar ulang memang belum mendapatkan sekolah.
“Tidak ada istilah membajak siswa. Ini murni memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum sempat mendaftar,” terangnya.
Jika hingga batas akhir perpanjangan masih ada kuota yang belum terpenuhi, maka pendaftaran akan tetap ditutup. Pemerintah, kata dia, juga mempertimbangkan keberlangsungan sekolah swasta yang membutuhkan peserta didik baru.
“Kalau sampai Sabtu masih ada sisa, berarti memang sudah tidak ada lagi pendaftar,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani