BONTANG - Warga di kawasan Bontang Selatan diminta bersiap menghadapi gangguan distribusi air bersih akhir pekan ini. Perumda Tirta Taman bakal melakukan shutdown atau penghentian sementara operasional Water Treatment Plant (WTP) Bontang Selatan 1 di Jalan Veteran, Kelurahan Berbas Tengah, Sabtu (30/5/2026).
Dampaknya, aliran air ke sejumlah kawasan strategis dipastikan mati total mulai pukul 07.00 Wita hingga proses pemeliharaan selesai dilakukan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari perawatan berkala instalasi pengolahan air untuk menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin, mengatakan kegiatan shut down tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 mulai pukul 07.00 Wita hingga pekerjaan selesai.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan untuk menjaga kualitas, kuantitas, serta kontinuitas distribusi air bersih kepada masyarakat di Kota Bontang. “Pemeliharaan ini bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Kami ingin memastikan proses distribusi air tetap berjalan optimal setelah pekerjaan selesai dilakukan,” kata Suramin.
Akibat proses pemeliharaan tersebut, distribusi air bersih ke sejumlah wilayah dipastikan mengalami gangguan sementara berupa mati total selama proses pengerjaan berlangsung.
Adapun wilayah terdampak meliputi Jalan Hasanuddin, Jalan Agus Salim, Jalan Sudirman, Jalan Zamrut, Jalan Berlian, Jalan Gajah Mada, Jalan Selat Makassar atau kawasan Beringin, Jalan Selat Selayar atau Lengkol, Jalan WR Soepratman, hingga Jalan Manunggal.
Perumda Tirta Taman mengimbau masyarakat di kawasan terdampak agar menyiapkan cadangan air bersih sebelum pekerjaan dimulai. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan air rumah tangga selama distribusi dihentikan sementara.
“Kami berharap pelanggan dapat menampung air terlebih dahulu sebelum pelaksanaan pemeliharaan. Ini untuk mengantisipasi air tidak mengalir sebelum maupun sesudah perbaikan,” ucapnya.
Suramin menjelaskan, pemeliharaan instalasi pengolahan air sangat penting dilakukan secara berkala agar sistem produksi dan distribusi tetap berjalan maksimal. Selain menjaga kualitas air yang diterima pelanggan, perawatan rutin juga bertujuan meminimalisasi potensi gangguan teknis yang dapat memengaruhi suplai air bersih.
Ia menambahkan, selama proses shutdown berlangsung, petugas teknis akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada beberapa komponen utama instalasi. Mulai dari sistem pengolahan, jaringan distribusi, hingga pembersihan unit produksi.
“Setelah proses pemeliharaan selesai, distribusi air akan kembali dinormalkan secara bertahap. Biasanya tekanan air membutuhkan waktu hingga kembali stabil di seluruh wilayah pelayanan,” tutur dia.
Perumda Tirta Taman juga meminta pelanggan untuk tetap bijak menggunakan cadangan air selama proses pengerjaan berlangsung. Masyarakat diharapkan memahami bahwa langkah pemeliharaan tersebut dilakukan demi meningkatkan pelayanan air bersih dalam jangka panjang. (*)
Editor : Sukri Sikki