BONTANG - Keluhan warga soal jalan berlubang di sejumlah titik Kota Bontang langsung ditindaklanjuti cepat oleh Tim Bontang Reaksi Cepat (BRC) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang.
Tanpa menunggu lama, tim langsung turun ke lapangan melakukan penanganan demi mencegah potensi kecelakaan bagi pengguna jalan. Tiga titik kerusakan jalan yang menjadi sasaran perbaikan berada di Jalan Utama HOP 5, kawasan perempatan menuju Kanaan tepatnya di dekat Cafe Heart Bond, serta jalan lingkungan di samping Kantor Kaltim Post sekitar 100 meter dari jalan utama.
Kepala Dinas PUPRK Kota Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan langkah cepat tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap laporan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang dinilai membahayakan pengendara.
Menurutnya, keberadaan Tim BRC memang disiapkan untuk menangani kerusakan ringan hingga sedang secara cepat agar tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Begitu ada laporan masuk, tim langsung melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan. Kami ingin memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui masyarakat,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Baca Juga: Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penambalan pada sejumlah titik jalan berlubang dan rusak agar permukaan jalan kembali rata serta aman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kerusakan di beberapa lokasi sebelumnya dikeluhkan warga karena dinilai cukup membahayakan, terutama saat malam hari dan ketika hujan turun. Selain mengganggu kenyamanan berkendara, lubang di badan jalan juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Bowo menegaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur melalui pola penanganan cepat berbasis laporan masyarakat. Karena itu, partisipasi warga dinilai sangat penting dalam membantu pemerintah memetakan titik-titik kerusakan di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan kondisi jalan rusak. Informasi dari warga membantu kami menentukan prioritas penanganan sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki