KALTIMPOST.ID, BONTANG – Proses seleksi Komisaris Badan Milik Energi (BME) Bontang memasuki tahap akhir. Pemerintah Kota Bontang memastikan seluruh rangkaian uji kompetensi dan wawancara telah selesai dilaksanakan.
Saat ini, panitia seleksi tinggal menggelar rapat penentuan sebelum menyerahkan nama calon kepada Wali Kota Bontang untuk dipilih.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan dari lima calon yang diundang mengikuti tahapan wawancara, hanya tiga orang yang hadir.
“Tiga yang hadir itu Soni Suwito, Anwar Sadat, dan Rafidah,” ujar Arif.
Baca Juga: Legenda Spanyol Andres Iniesta Memulai Era Baru sebagai Pelatih di Uni Emirat Arab
Soni Suwito saat ini menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Bontang. Sementara Anwar Sadat merupakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, sedangkan Rafidah menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Adapun dua calon lainnya tidak dapat menghadiri tahapan wawancara karena memiliki agenda berbeda. Salah satunya mengikuti tindak lanjut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sementara peserta lainnya menghadiri rapat di tingkat provinsi.
Dua nama yang disebut berhalangan hadir tersebut adalah Natalia Trisnawati dan Syahruddin.
Meski hanya diikuti tiga peserta, Arif memastikan tahapan seleksi tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Sambangi Pemusatan Latihan Kabaddi, Ketua KONI Kubar Optimistis Bidik Emas Porprov Paser
“Tidak masalah karena sudah memenuhi syarat sesuai aturan,” katanya.
Menurut dia, panitia seleksi kini hanya tinggal merampungkan rapat final sebelum menyerahkan hasil kepada wali kota. Nantinya, keputusan akhir terkait posisi komisaris BME berada di tangan kepala daerah.
“Nanti tiga nama itu kemungkinan kami sampaikan semua, lalu beliau yang memilih,” tuturnya.
Pemkot Bontang berharap komisaris yang terpilih nantinya mampu memperkuat fungsi pengawasan di perusahaan daerah, khususnya sektor energi.
Selain menjalankan kegiatan bisnis, perusahaan milik daerah juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian dan pendapatan daerah. (*)
Editor : Ery Supriyadi