Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hasil TKA SMP Bontang 2026: Bahasa Indonesia Melesat, Matematika Masih Jadi Tantangan

Adhiel kundhara • Selasa, 2 Juni 2026 | 05:43 WIB
Pelajar kelas IX mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ajaran 2025/2026. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Pelajar kelas IX mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ajaran 2025/2026. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP/MTs Tahun 2026 di Kota Bontang menunjukkan perbedaan cukup mencolok antara capaian mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Dari rekapitulasi nilai 36 satuan pendidikan SMP dan MTs, rata-rata nilai Bahasa Indonesia tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan Matematika.

Berdasarkan hasil pengolahan data, rata-rata nilai Matematika peserta mencapai 41,99 poin. Sementara itu, rata-rata nilai Bahasa Indonesia berada di angka 66,70 poin. Dengan demikian, rata-rata gabungan kedua mata pelajaran tersebut mencapai 54,35 poin.

Data ini menunjukkan kemampuan literasi siswa masih lebih baik dibandingkan kemampuan numerasi. Selisih rata-rata kedua mata pelajaran bahkan mencapai lebih dari 24 poin.

Baca Juga: Sambangi Pemusatan Latihan Kabaddi, Ketua KONI Kubar Optimistis Bidik Emas Porprov Paser

Pada capaian individu, nilai tertinggi Matematika tercatat sebesar 93,33, sedangkan nilai terendah berada di angka 13,33. Untuk Bahasa Indonesia, nilai tertinggi mencapai 96,67 dan nilai terendah 20,00.

Dari sisi satuan pendidikan, SMP YPVDP Bontang menjadi sekolah dengan capaian rata-rata tertinggi. Sekolah tersebut mencatat rata-rata nilai Matematika 60,51 dan Bahasa Indonesia 82,31, sehingga menghasilkan rata-rata gabungan 71,41 poin.

Posisi berikutnya ditempati SMP YPK Bontang dengan rata-rata gabungan 65,00 poin. Disusul SMP Negeri 1 Bontang yang meraih rata-rata 63,85 poin dan SMP Negeri 2 Bontang dengan rata-rata 63,08 poin.

Dominasi nilai Bahasa Indonesia juga terlihat pada kelompok sekolah dengan capaian terbaik. Hampir seluruh sekolah yang berada di papan atas membukukan rata-rata Bahasa Indonesia di atas 75 poin.

Sebaliknya, SMP Perintis menjadi sekolah dengan rata-rata nilai terendah pada pelaksanaan TKA tahun ini. Sekolah tersebut mencatat rata-rata Matematika 37,14, Bahasa Indonesia 44,29, dan rata-rata gabungan 40,72 poin.

Di atasnya terdapat MTs Al Mukarramah dengan rata-rata gabungan 42,69 poin, SMP YPPI Bontang dengan 44,49 poin, serta SMP Islam Nurul Iman yang memperoleh rata-rata 45,00 poin.

Baca Juga: Perawat King Dental Ditusuk Pasien, Polisi Dalami Motif Pelaku yang Bawa Pisau dari Rumah

Secara umum, hasil TKA 2026 menunjukkan tantangan terbesar masih berada pada penguatan kemampuan numerasi peserta didik. Nilai rata-rata Matematika yang masih berada di bawah angka 50 menjadi indikator perlunya peningkatan strategi pembelajaran, khususnya dalam penguasaan konsep dasar dan kemampuan memecahkan masalah.

Di sisi lain, capaian Bahasa Indonesia yang relatif lebih tinggi menunjukkan kemampuan literasi siswa Bontang cukup baik. Kondisi tersebut dapat menjadi modal penting untuk mendukung peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran lain yang membutuhkan kemampuan membaca, memahami informasi, dan menganalisis soal.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengatakan pelaksanaan TKA tahun ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil yang diperoleh para siswa.

“Kami akan menyikapi soal ini dan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Saparuddin. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#TKA Bontang 2026 #SMP YPVDP #nilai TKA SMP #Pendidikan Bontang #disdikbud bontang