Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Investasi Bontang Tersendat, DPRD Soroti Kepastian Lahan Meski Ribuan Hektare Tersedia

ADV • Rabu, 10 Juni 2026 | 08:46 WIB
Komisi B DPRD Bontang duduk bersama OPD terkait sehubungan raperda penanaman modal. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Komisi B DPRD Bontang duduk bersama OPD terkait sehubungan raperda penanaman modal. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 
KALTIMPOST.ID, BONTANG - Ribuan hektare lahan industri telah disiapkan di Kota Bontang. Status kawasan industri pun sudah masuk dalam tata ruang daerah. Namun hingga kini, investasi besar yang benar-benar terealisasi masih bisa dihitung dengan jari.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, yang menilai kepastian lahan masih menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah dalam menarik investor.

Hal itu disampaikannya saat rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang investasi dan penanaman modal, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Usai Bebas dari Penjara: Rita Widyasari Bantah Kekayaan Rp237 Miliar Berasal dari Jabatan Bupati Kukar

 Menurutnya, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan daya tarik investasi daerah.

“Kami berharap kerja keras dari DPMPTSP dan seluruh pihak terkait terus ditingkatkan. Kalau perlu didukung dengan berbagai upaya yang bisa memancing investor datang ke Kota Bontang,” kata Rustam.

Ia menjelaskan, kawasan industri yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) memiliki luasan mencapai ribuan hektare. Bahkan, terdapat investor yang telah menyiapkan konsep pengembangan kawasan industri untuk ditawarkan kepada calon investor lainnya.

Namun, dari sejumlah rencana investasi yang pernah masuk, realisasi yang benar-benar berjalan masih sangat terbatas. Politikus Partai Golkar itu menyebut hingga kini hanya ada dua investasi besar yang berhasil dikawal hingga tahap operasional.

“Kalau saya melihat sementara ini, yang mampu kita guide dan berhasil masuk baru dua. Padahal informasi yang kami dengar cukup banyak investor yang sempat melirik Bontang,” ujarnya.

Baca Juga: Baru Bebas, Rita Widyasari Bantah Punya 110 Mobil dan Uang Ratusan Miliar

Rustam mengungkapkan, selama duduk di Komisi B DPRD Bontang, dirinya kerap menerima informasi mengenai calon investor yang datang untuk melakukan penjajakan. Mereka melakukan survei lokasi hingga berkomunikasi dengan berbagai pihak di lingkungan pemerintah daerah.

Namun dalam perjalanannya, tidak sedikit yang akhirnya mengurungkan niat untuk berinvestasi.

“Mereka awalnya berminat, sudah survei, sudah komunikasi ke berbagai pihak. Tetapi dalam perjalanan akhirnya berhenti. Investor masih kurang yakin dengan keamanan dan kepastian lahan di Kota Bontang,” tuturnya.

Menurut Rustam, persoalan lahan menjadi faktor penting yang harus segera dibenahi apabila pemerintah ingin meningkatkan arus investasi. Kepastian status lahan dinilai menjadi kebutuhan utama bagi investor sebelum menanamkan modal dalam jumlah besar.

Di sisi lain, ia menilai Bontang tidak bisa terus bergantung pada sektor industri yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Diversifikasi investasi perlu dilakukan agar ekonomi daerah memiliki sumber pertumbuhan baru.

Rustam mendorong pemerintah daerah mulai membidik investasi di sektor manufaktur dan industri pengolahan. Menurutnya, peluang tersebut masih terbuka lebar mengingat ketersediaan lahan yang cukup luas di Bontang.

“Kita perlu memikirkan investasi yang lebih beragam. Misalnya industri pengalengan ikan, pabrik kosmetik, atau industri lainnya. Jangan hanya bergantung pada sektor yang sudah ada. Kita punya lahan yang luas dan potensial,” terangnya.

Ia mencontohkan sejumlah daerah yang berhasil menarik investasi besar di sektor manufaktur karena mampu menyediakan lahan yang siap dikembangkan serta didukung kepastian regulasi.

Lebih lanjut, Rustam mengingatkan bahwa tantangan ekonomi ke depan akan semakin berat. Ketidakpastian ekonomi global dan potensi penurunan pendapatan daerah harus diantisipasi sejak sekarang melalui peningkatan investasi serta pembukaan lapangan kerja baru.

Baca Juga: Harga BBM Kalimantan Timur Per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.650 per Liter

Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan lebih agresif menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan investor baru tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau investasi bertambah, lapangan kerja juga akan terbuka. Ini penting untuk menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga kesejahteraan masyarakat Kota Bontang ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#investasi Bontang #Rustam DPRD Bontang #kawasan industri Bontang #kepastian lahan #DPMPTSP Bontang