KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pelaksanaan pra-pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK negeri di Kota Bontang tahun 2026 menghadirkan mekanisme baru. Seluruh proses verifikasi awal untuk jalur afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili prioritas dipusatkan di SMA Negeri 1 Bontang.
Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 1 Bontang, Nurdin, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk menyamakan persepsi seluruh sekolah dalam melakukan penilaian terhadap dokumen calon peserta didik.
Menurut dia, selama ini masih ditemukan perbedaan penafsiran terhadap berkas pendaftaran antar sekolah. Kondisi itu kerap menimbulkan kebingungan karena dokumen yang diterima di satu sekolah belum tentu dinyatakan memenuhi syarat di sekolah lain.
Baca Juga: Sinergi DPRD dan PWI Paser, Komitmen Kawal Pembangunan Lewat Informasi Akurat dan Edukatif
“Ini untuk memudahkan panitia di lingkup sekolah nantinya, terutama pada empat jalur yang dibuka lebih awal, yaitu domisili prioritas, afirmasi, mutasi, dan prestasi,” ujar Nurdin.
Dalam proses pra-pendaftaran, panitia melakukan verifikasi seluruh dokumen yang nantinya diunggah saat pendaftaran resmi dibuka. Berkas yang diperiksa meliputi sertifikat prestasi, dokumen afirmasi, kartu keluarga untuk jalur domisili prioritas, hingga dokumen mutasi.
Melalui sistem tersebut, hasil verifikasi dan penilaian prestasi sudah ditetapkan sebelum tahapan pendaftaran utama berlangsung. Dengan demikian, operator sekolah tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan ulang terhadap dokumen yang telah dinyatakan valid.
Nurdin menjelaskan seluruh SMA dan SMK negeri di Kota Bontang terlibat dalam proses verifikasi ini. Setelah pendaftaran resmi dibuka, calon murid tetap dapat memilih sekolah tujuan sesuai jalur yang diikuti.
Panitia juga masih memberikan kesempatan bagi peserta yang belum mengikuti pra-pendaftaran. Pada hari pertama pendaftaran resmi, layanan verifikasi tetap dibuka untuk mengakomodasi peserta yang terlambat.
Baca Juga: O2SN Bulu Tangkis Kubar Digelar, Jadi Ajang Berburu Bibit Atlet Masa Depan
“Kalau ada yang lupa atau terlewat, tetap kami akomodasi. Namun jika sampai batas waktu yang diberikan tidak mengikuti proses tersebut, berpotensi tidak bisa mengikuti seleksi tahap pertama,” katanya.
Pra-pendaftaran berlangsung mulai 8 hingga 19 Juni 2026. Setelah memasuki hari kedua pendaftaran resmi pada 23 Juni, panitia tidak lagi menerima berkas untuk proses validasi.
Karena itu, calon peserta didik yang akan mendaftar di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3, dan SMK Negeri 4 Bontang diimbau segera mendatangi Aula SMA Negeri 1 Bontang untuk mengikuti pra-pendaftaran. (*)
Editor : Ery Supriyadi