Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Operasi Timbang Satimpo Masih 81,89 Persen, Kendala Utama Balita Masih di Luar Kota

Adhiel kundhara • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:47 WIB
TERUS BERGERAK: Kelurahan Satimpo melakukan upaya jemput bola terhadap balita untuk ditimbang sebagai langkah penanganan stunting. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
TERUS BERGERAK: Kelurahan Satimpo melakukan upaya jemput bola terhadap balita untuk ditimbang sebagai langkah penanganan stunting. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Capaian Operasi Timbang 2026 di Kelurahan Satimpo hingga pertengahan Juni masih menjadi yang terendah dibanding kelurahan lain di Kota Bontang. Namun, Lurah Satimpo Maryono tetap optimistis seluruh balita sasaran dapat terdata dan ditimbang 100 persen seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, rendahnya capaian sementara bukan disebabkan minimnya partisipasi masyarakat, melainkan karena sebagian balita bersama orang tuanya masih berada di luar daerah. Kondisi tersebut membuat proses pendataan dan penimbangan belum dapat dilakukan secara keseluruhan sebelum batas waktu pelaksanaan operasi timbang berakhir.

“Kalau melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami tetap optimistis bisa mencapai 100 persen. Yang belum ditimbang ini kebanyakan karena masih berada di luar kota atau mengikuti orang tuanya bekerja,” kata saat diwawancarai, Jumat (11/6/2026).

Untuk mengejar target, Kelurahan Satimpo bersama kader posyandu dan ketua RT terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui metode jemput bola dengan mendatangi langsung keluarga balita yang belum hadir ke posyandu.

Maryono menjelaskan, kegiatan jemput bola bahkan dilakukan hingga malam hari. Sejumlah ketua RT turut membantu mengantarkan maupun menjemput warga agar balita mereka bisa mengikuti penimbangan.

“Semalam juga ada jemput bola. Hari ini ada lagi. Beberapa RT aktif membantu agar balita yang belum hadir bisa segera ditimbang,” ucapnya.

Selain itu, pihak kelurahan juga melakukan penyisiran atau sweeping terhadap sasaran yang belum tercatat. Namun, untuk balita yang diketahui masih berada di luar daerah, pihaknya memilih menunggu kepulangan mereka agar tetap dapat masuk dalam data capaian operasi timbang tahun ini.

Menurut Maryono, target 100 persen kemungkinan tidak tercapai tepat pada hari terakhir pelaksanaan operasi timbang. Meski demikian, ia yakin seluruh sasaran dapat terpenuhi dalam waktu satu hingga dua hari setelah penutupan kegiatan.

“Kami optimistis tetap 100 persen walaupun mungkin lewat satu atau dua hari. Karena ada beberapa balita yang memang belum berada di tempat,” tutur dia.

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar berada di wilayah Posyandu Usaha Indah I yang memiliki cakupan layanan cukup luas. Posyandu tersebut melayani hingga 18 RT, sebagian besar berada di kawasan perusahaan.

Banyak keluarga yang bekerja di sektor industri, khususnya di lingkungan PT Badak, sehingga mobilitas warga relatif tinggi. Selain itu, sebagian orang tua memilih menimbang anaknya di fasilitas kesehatan perusahaan atau rumah sakit dibanding datang ke posyandu.

Berdasarkan data Operasi Timbang Kota Bontang per 12 Juni 2026, Kelurahan Satimpo memiliki sasaran 359 balita. Dari jumlah tersebut, sebanyak 294 balita telah ditimbang atau mencapai 81,89 persen, menjadi capaian sementara terendah di Kota Bontang. 

Sementara itu, Kelurahan Guntung, Gunung Elai, Kanaan, dan Berbas Tengah telah mencapai 100 persen. Capaian tinggi lainnya tercatat di Bontang Baru 99,83 persen, Api-Api 99,88 persen, Gunung Telihan 99,75 persen. 

Kemudian Kelurahan Bontang Lestari 99,64 persen, Bontang Kuala 99,53 persen, Tanjung Laut Indah 99,23 persen, Berbas Pantai 99,18 persen, Loktuan 97,60 persen, dan Tanjung Laut 97,82 persen. 

Secara keseluruhan, operasi timbang Kota Bontang telah menjangkau 9.609 balita dari total sasaran 9.823 balita atau sebesar 97,82 persen. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Operasi Timbang 2026 #Lurah Satimpo Maryono #Kelurahan Satimpo