KALTIMPOST.ID, BONTANG - Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK negeri di Bontang memperkuat pengawasan jalur zona prioritas dengan memanfaatkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terulangnya persoalan dokumen kependudukan yang sempat menjadi sorotan pada pelaksanaan penerimaan siswa tahun sebelumnya.
Ketua Panitia SPMB SMA 1 Bontang, Nurdin, mengatakan seluruh sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengaktifkan akses IKD. Melalui aplikasi tersebut, panitia dapat memeriksa keaslian dan status kartu keluarga yang digunakan peserta jalur zona prioritas.
“Sekarang pengecekan barcode kartu keluarga dilakukan melalui IKD sehingga datanya lebih akurat,” kata Nurdin. Menurutnya, penggunaan aplikasi itu memungkinkan panitia mengetahui apakah dokumen masih aktif, telah diperbarui, atau terdapat perubahan administrasi tertentu.
Baca Juga: Jalur Prestasi SPMB SMA-SMK Bontang Diverifikasi Ketat, Sertifikat dan Organisasi Jadi Penilaian
Jika ditemukan perbedaan data, panitia akan meminta peserta menunjukkan dokumen pendukung lainnya guna memastikan perubahan tersebut tidak memengaruhi syarat zona prioritas.
Misalnya, perubahan terjadi karena penambahan anggota keluarga atau pembaruan data pekerjaan. Selama alamat tetap sama dan memenuhi ketentuan, dokumen masih dapat diproses.
Namun apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian yang memengaruhi syarat penerimaan, panitia akan menghentikan proses verifikasi sampai peserta mampu menunjukkan dokumen yang sah.
Nurdin menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi agar proses seleksi berlangsung lebih transparan dan akuntabel. “Kalau ada persoalan pada dokumen, tentu tidak bisa kami lanjutkan sebelum semuanya jelas,” ucapnya.
Baca Juga: Stok BBM di Samarinda Aman, Pertamina Pastikan Pertalite dan Bio Solar Cukup hingga Sepekan Lebih
Ia menambahkan sejauh ini belum ditemukan kasus serius terkait pemalsuan atau manipulasi data selama masa pra-pendaftaran berlangsung. Dengan dukungan teknologi verifikasi dari Disdukcapil, panitia optimistis pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sistem tersebut sekaligus menjadi jaminan bahwa jalur zona prioritas benar-benar dimanfaatkan oleh peserta yang memenuhi syarat sesuai domisili.
Pada tahun lalu, SMA 1 menemukan belasan kartu keluarga yang dimanipulasi lokasinya. Hal itu diketahui setelah melakukan pengecekan berdasarkan barcode di identitas tersebut. Hasilnya terdapat perbedaan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo