Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Operasi Timbang Balita Bontang Capai 100 Persen, Diskes Fokus Validasi Data dan Persiapan Intervensi Stunting  

Adhiel kundhara • Minggu, 14 Juni 2026 | 12:05 WIB
DIUKUR: Berat dan tinggi badan balita di Kota Bontang didata pada operasi timbang serentak untuk penanganan stunting. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 
DIUKUR: Berat dan tinggi badan balita di Kota Bontang didata pada operasi timbang serentak untuk penanganan stunting. (ADIEL KUNDHARA/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Operasi Timbang Balita 2026 di Kota Bontang berhasil dituntaskan dengan capaian 100 persen. Berdasarkan data per 13 Juni 2026 atau hari terakhir pelaksanaan kegiatan, sebanyak 9.824 balita yang menjadi sasaran telah berhasil ditimbang dan diukur status gizinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan capaian 100 persen dalam operasi timbang tidak serta-merta menunjukkan angka stunting telah nol persen atau seluruh anak berada dalam kondisi sehat.

Baca Juga: Data Bansos Jadi Acuan Jalur Afirmasi SPMB Bontang, Panitia Libatkan Dissos-PM  

Menurutnya, capaian tersebut menandakan seluruh bayi dan balita sasaran yang terdaftar telah mendapatkan pengukuran berat badan, tinggi atau panjang badan, serta penilaian status gizi sesuai periode yang ditetapkan.

“Operasi timbang 100 persen merupakan pintu masuk untuk memperoleh data yang valid dan lengkap. Dari data itu kami bisa mengetahui kondisi riil balita di lapangan, termasuk yang mengalami stunting, wasting, underweight maupun yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan,” kata drg Toetoek.

Berdasarkan infografis Diskes Bontang, total sasaran balita mencapai 9.824 anak dan seluruhnya telah berhasil ditimbang. Capaian tersebut tersebar di 15 kelurahan dengan tingkat partisipasi 100 persen.

Baca Juga: Antisipasi Sampah Menumpuk, DPRD Balikpapan Desak Pemkot Tambah Kapasitas TPS di Kawasan Ini  

Setelah proses penimbangan selesai, fokus berikutnya adalah melakukan analisis hasil pengukuran dan validasi data. Langkah ini penting untuk memastikan data balita yang membutuhkan intervensi dapat dipetakan secara akurat melalui pendekatan by name by address (BNBA).

Toetoek menjelaskan, data BNBA sebenarnya telah tersedia melalui pendataan kader Posyandu bersama ketua RT. Namun, hasil pengukuran tetap perlu dianalisis untuk menentukan tindak lanjut yang tepat bagi setiap anak yang terindikasi mengalami masalah gizi.

“Jika ditemukan balita dengan stunting, wasting atau underweight yang disertai penyakit penyerta, maka akan dilakukan konsultasi ke dokter spesialis untuk mengetahui penyebab pasti sehingga penanganannya lebih tepat sasaran,” ucapnya.

Baca Juga: Ekonomi Kabupaten Paser Tumbuh 3,65 Persen di Triwulan I-2026, Sektor Pertambangan Jadi Pendorong Utama  

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes Bontang, Bambang Sri Mulyono menyebut tahapan yang saat ini berjalan adalah validasi data hasil operasi timbang. Setelah proses tersebut selesai, data akan dikirimkan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk dipublikasikan.

“Paling lambat akhir Juni proses validasi selesai. Setelah itu kami masuk tahap persiapan intervensi,” tutur dia.

Terkait klasifikasi balita stunting, wasting maupun underweight, Diskes Bontang untuk sementara tidak melibatkan dokter spesialis dalam proses penetapan status gizi. Sebab, pengelompokan dilakukan menggunakan standar baku Kementerian Kesehatan yang telah terintegrasi dalam aplikasi Sigizi Kesga.

“Melalui aplikasi Sigizi Kesga, data sudah terpilah secara otomatis berdasarkan standar Kementerian Kesehatan,” terangnya.

Usai validasi rampung, Diskes akan melanjutkan berbagai intervensi spesifik, mulai dari pemberian makanan tambahan, pendampingan keluarga, pemantauan tumbuh kembang, hingga penanganan masalah kesehatan yang ditemukan pada balita.

Selain itu, intervensi sensitif lintas sektor seperti perbaikan sanitasi, akses air bersih, ketahanan pangan keluarga, dan edukasi pola asuh juga akan diperkuat.

Diskes berharap data hasil operasi timbang yang telah mencapai cakupan penuh dapat menjadi dasar yang akurat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bontang. (*)

Editor : Sukri Sikki
#timbang serentak balita #stunting #Kota Bontang #dinas kesehatan