Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Fasilitas Publik Dirusak, Neni Sebut Pelaku Bukan Orang Normal

Adhiel kundhara • Selasa, 16 Juni 2026 | 12:39 WIB
Neni Moerniaeni

 

 
Wali Kota Neni Moerniaeni marah dengan ulah oknum tak bertanggung jawab merusak fasilitas publik.    

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Aksi pengrusakan fasilitas umum di Tugu Selamat Datang membuat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni naik pitam. Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga berbagai fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah.

Menurut Neni, tindakan perusakan terhadap fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara sangat disayangkan. Apalagi berbagai sarana tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.

“Masyarakat harus menjaga fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Sayang kan kalau dirusak,” kata Neni.

Baca Juga: Pansus DPTD Bontang Tekankan RTRW Jangan Korbankan Hak Masyarakat  

Neni mengaku prihatin dengan adanya fasilitas yang mengalami kerusakan, termasuk yang berada di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Ia menilai pelaku yang sengaja merusak fasilitas umum memiliki perilaku yang tidak lazim.

“Kalau saya melihat ini pastinya bukan orang yang normal. Ada kelainan. Karena tidak mungkin fasilitas yang dibangun untuk masyarakat justru dirusak,” ucapnya.

Baca Juga: Menang Dramatis, LBC Raih Gelar Juara KBL Kategori Klub SMA Putra  

Selain fasilitas jalan, perhatian juga tertuju pada kondisi sejumlah kamera pengawas atau Cctv milik pemerintah yang terlihat rusak. Menanggapi hal itu, Neni menjelaskan sebagian perangkat Cctv telah dipasang sejak beberapa tahun lalu dan perlu dilakukan pengecekan kembali.

Ia memastikan akan memanggil Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang untuk memperoleh penjelasan terkait kondisi perangkat tersebut. “Nanti kita panggil Kominfo untuk melihat seperti apa kondisi CCTV yang ada,” tutur dia.

Baca Juga: Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat

Terkait efektivitas pengawasan, Neni menyebut Kota Bontang memiliki karakteristik wilayah yang relatif kecil sehingga berbagai aktivitas masyarakat lebih mudah dipantau dibandingkan daerah lain.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pembangunan merupakan hal positif. Bahkan dirinya mengaku bersyukur karena masyarakat aktif memberikan perhatian terhadap berbagai program pembangunan daerah.

“Saya bersyukur semua orang bisa memonitor pembangunan di Kota Bontang. Senang sekali saya,” terangnya.

Sebelumnya, Pemkot Bontang juga pernah memberikan sanksi kepada pelaku perusakan fasilitas publik. Namun pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pembinaan dibandingkan hukuman berat.

Salah satunya melalui surat pernyataan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Langkah tersebut dipilih dengan mempertimbangkan aspek edukasi dan efek jera.

Ke depan, Pemkot Bontang berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga berbagai fasilitas publik yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan tidak kembali menjadi sasaran vandalisme maupun tindakan perusakan lainnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#tugu selamat datang #fasilitas publik #Neni Moerniaeni #pemkot bontang