Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkot Bontang Siapkan APBD untuk Perbaikan Trotoar di Bontang Kuala, Neni Nilai Tidak Bisa Menunggu Terus  

Adhiel kundhara • Selasa, 16 Juni 2026 | 12:45 WIB
AKSES ALTERNATIF: Trotoar di Bontang Kuala bakal dijadikan salah satu jalur ketika banjir rob membuat genangan air di ruas Jalan KP Piere Tendean. (ADIEL KUNDHARA/KP)
AKSES ALTERNATIF: Trotoar di Bontang Kuala bakal dijadikan salah satu jalur ketika banjir rob membuat genangan air di ruas Jalan KP Piere Tendean. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Penanganan banjir rob di Kota Bontang masih menjadi perhatian utama pemkot. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni akhirnya memutuskan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani kerusakan trotoar di kawasan Bontang Kuala.

Keputusan tersebut diambil setelah bantuan yang diharapkan dari pemerintah pusat belum dapat direalisasikan sesuai kebutuhan daerah. Keputusan diambil agar penanganan jalan yang terdampak banjir rob itu tidak terus tertunda.

“Tidak bisa kita biarkan terus-menerus,” kata Neni usai menghadiri rapat paripurna, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Fasilitas Publik Dirusak, Neni Sebut Pelaku Bukan Orang Normal

Menurutnya, kondisi jalan menuju Bontang Kuala menjadi salah satu persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Genangan air pasang yang terjadi berulang kali menyebabkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan terganggu. Bahkan masyarakat memilih menggunakan trotoar untuk menghindari genangan.

Baca Juga: Pansus DPTD Bontang Tekankan RTRW Jangan Korbankan Hak Masyarakat  

Neni mengungkapkan sebelumnya Pemkot Bontang telah berupaya mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui berbagai jalur komunikasi. Namun hasil yang diperoleh belum sesuai harapan karena proyek tersebut belum masuk kategori prioritas nasional.

“Masa sampai kapan mau seperti itu. Tidak mungkin banjir rob terus terjadi dan kita hanya menunggu,” ucapnya.

Baca Juga: Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, penanganan awal akan difokuskan pada salah satu sisi trotoar. Langkah tersebut dianggap paling realistis untuk segera dilakukan menggunakan kemampuan anggaran daerah. “Sebelah kiri jalan dulu yang ditangani. Itu keputusan final,” tutur dia.

Neni menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi daerah adalah penilaian pemerintah pusat terhadap kondisi infrastruktur di Kota Bontang yang masih dianggap cukup baik dibandingkan daerah lain. Akibatnya, sejumlah usulan pembangunan maupun peningkatan jalan belum menjadi prioritas pendanaan pusat.

“Jalan kita dianggap masih bagus. Jadi tidak termasuk yang prioritas untuk dibantu,” terangnya.

Baca Juga: Menang Dramatis, LBC Raih Gelar Juara KBL Kategori Klub SMA Putra  

Kondisi serupa juga terjadi pada usulan penanganan infrastruktur di depan RSUD Taman Husada Bontang yang sebelumnya diajukan ke pemerintah pusat. Namun usulan tersebut juga belum memperoleh prioritas pendanaan.

Meski demikian, Pemkot Bontang tidak ingin pembangunan terhambat hanya karena menunggu bantuan eksternal. Oleh sebab itu, pemerintah daerah memilih memaksimalkan APBD untuk menyelesaikan kebutuhan mendesak masyarakat. (*)

Editor : Sukri Sikki
#apbd #trotoar #Neni Moerniaeni #pemkot bontang #Bontang Kuala