KALTIMPOST.ID, BONTANG - Penanganan banjir rob di Kota Bontang masih menjadi perhatian utama pemkot. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni akhirnya memutuskan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani kerusakan trotoar di kawasan Bontang Kuala.
Keputusan tersebut diambil setelah bantuan yang diharapkan dari pemerintah pusat belum dapat direalisasikan sesuai kebutuhan daerah. Keputusan diambil agar penanganan jalan yang terdampak banjir rob itu tidak terus tertunda.
“Tidak bisa kita biarkan terus-menerus,” kata Neni usai menghadiri rapat paripurna, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Fasilitas Publik Dirusak, Neni Sebut Pelaku Bukan Orang Normal
Menurutnya, kondisi jalan menuju Bontang Kuala menjadi salah satu persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Genangan air pasang yang terjadi berulang kali menyebabkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan terganggu. Bahkan masyarakat memilih menggunakan trotoar untuk menghindari genangan.
Baca Juga: Pansus DPTD Bontang Tekankan RTRW Jangan Korbankan Hak Masyarakat
Neni mengungkapkan sebelumnya Pemkot Bontang telah berupaya mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui berbagai jalur komunikasi. Namun hasil yang diperoleh belum sesuai harapan karena proyek tersebut belum masuk kategori prioritas nasional.
“Masa sampai kapan mau seperti itu. Tidak mungkin banjir rob terus terjadi dan kita hanya menunggu,” ucapnya.
Baca Juga: Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, penanganan awal akan difokuskan pada salah satu sisi trotoar. Langkah tersebut dianggap paling realistis untuk segera dilakukan menggunakan kemampuan anggaran daerah. “Sebelah kiri jalan dulu yang ditangani. Itu keputusan final,” tutur dia.
Neni menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi daerah adalah penilaian pemerintah pusat terhadap kondisi infrastruktur di Kota Bontang yang masih dianggap cukup baik dibandingkan daerah lain. Akibatnya, sejumlah usulan pembangunan maupun peningkatan jalan belum menjadi prioritas pendanaan pusat.
“Jalan kita dianggap masih bagus. Jadi tidak termasuk yang prioritas untuk dibantu,” terangnya.
Baca Juga: Menang Dramatis, LBC Raih Gelar Juara KBL Kategori Klub SMA Putra
Kondisi serupa juga terjadi pada usulan penanganan infrastruktur di depan RSUD Taman Husada Bontang yang sebelumnya diajukan ke pemerintah pusat. Namun usulan tersebut juga belum memperoleh prioritas pendanaan.
Meski demikian, Pemkot Bontang tidak ingin pembangunan terhambat hanya karena menunggu bantuan eksternal. Oleh sebab itu, pemerintah daerah memilih memaksimalkan APBD untuk menyelesaikan kebutuhan mendesak masyarakat. (*)
Editor : Sukri Sikki