KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang menyiapkan anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk peninggian salah satu trotoar di kawasan Bontang Kuala. Proyek tersebut masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan program tersebut disiapkan sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi dampak banjir rob yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Longsor Kampung Timur Bontang Dipicu Tambang Ilegal, PUPRK Dorong Pemilik Lahan Bertanggung Jawab
Menurutnya, ruas jalan yang akan ditangani merupakan jalan nasional sehingga pelaksanaannya harus melalui koordinasi dan persetujuan Balai Pelaksana Jalan Nasional.
“Statusnya jalan nasional. Karena itu kami harus berkoordinasi dengan balai, baik dari sisi teknis maupun perizinannya,” kata Bowo.
Ia menjelaskan, kondisi jalan saat ini masih tergolong baik sehingga belum masuk daftar prioritas penanganan pemerintah pusat. Kendati demikian, Pemkot Bontang memandang peninggian trotoar tetap perlu dilakukan mengingat kawasan tersebut rutin terdampak banjir rob.
Rencananya, pembangunan hanya dilakukan pada satu sisi jalan. Skema tersebut dipilih agar mobilitas warga tetap berjalan saat genangan air pasang terjadi. “Kami menggunakan satu sisi saja. Dengan begitu saat rob terjadi, masyarakat masih bisa beraktivitas dan kendaraan tetap dapat melintas,” ucapnya.
Baca Juga: Konektivitas Udara Meningkat, Penerbangan Perdana Wings Air Rute Samarinda–Melak Resmi Beroperasi
Sisi jalan yang akan ditingkatkan berada di bagian kiri ruas jalan menuju kawasan Bontang Kuala. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar, termasuk keberadaan permukiman dan fasilitas pendidikan.
Dinas PUPRK telah memasukkan kebutuhan anggaran sebesar Rp40 miliar dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Saat ini, proses komunikasi dengan pihak balai terus dilakukan untuk memperoleh persetujuan pelaksanaan.
Ruas yang direncanakan mendapat penanganan membentang dari kawasan terminal hingga sekitar depan Kafe Batavia. Selain berfungsi sebagai jalur evakuasi saat rob, trotoar diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi kawasan pesisir. (*)
Editor : Sukri Sikki