KALTIMPOST.ID, BONTANG - Aksi vandalisme terhadap fasilitas publik di Kota Bontang kembali menjadi sorotan. Sejumlah ornamen dan lampu hias yang dibangun menggunakan anggaran daerah dilaporkan mengalami kerusakan akibat ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo atau yang akrab disapa Bowo, mengatakan beberapa fasilitas publik bahkan harus diperbaiki berulang kali karena terus dirusak.
Baca Juga: Pembangunan Trotoar Bontang Kuala Dianggarkan Rp 40 Miliar, Dikerjakan Bertahap Mulai 2027
Menurutnya, salah satu kasus yang paling sering terjadi adalah pemutusan kabel lampu hias di kawasan Tugu Selamat Datang. Padahal, fasilitas tersebut dibangun untuk mempercantik wajah kota sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Sudah beberapa kali kami lakukan perbaikan, tetapi selalu ada saja yang merusak. Kabel diputus, lampu hias dirusak, bahkan ada ornamen yang hilang,” kata Bowo.
Baca Juga: Longsor Kampung Timur Bontang Dipicu Tambang Ilegal, PUPRK Dorong Pemilik Lahan Bertanggung Jawab
Tak hanya itu, kerusakan juga ditemukan pada tiang lampu hias dan ornamen dekoratif di sejumlah titik strategis kota. Salah satunya berada di kawasan depan Denarhanud Rudal Bontang yang baru saja dilakukan penggantian komponen.
Dinas PUPRK menilai tindakan tersebut bukan sekadar kerusakan biasa. Sebab, beberapa ornamen yang hilang berada pada posisi cukup tinggi sehingga diduga dilakukan secara sengaja.
“Kami melihat ada indikasi kuat bahwa ini memang perbuatan orang yang sengaja merusak atau mengambil fasilitas yang ada,” ucapnya.
Bowo mengaku prihatin karena aksi vandalisme tersebut terjadi di tengah kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi penggunaan anggaran. Akibatnya, pemerintah harus mengalokasikan kembali dana pemeliharaan untuk memperbaiki fasilitas yang sebenarnya masih layak digunakan.
Untuk menekan kejadian serupa, pihaknya mendorong adanya pengawasan lebih ketat, termasuk pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang rawan mengalami kerusakan.
Selain itu, pemerintah juga mengharapkan peran aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas publik. Menurut Bowo, keberadaan taman, lampu hias, hingga ornamen kota merupakan aset bersama yang dibangun menggunakan uang rakyat.
“Kalau fasilitas publik dirawat bersama, anggaran pemeliharaan bisa digunakan untuk pembangunan yang lain. Jadi kesadaran masyarakat sangat penting,” tutur dia.
Dinas PUPRK berharap langkah pengawasan dan partisipasi warga dapat mengurangi kasus vandalisme sehingga fasilitas publik di Kota Bontang tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (*)
Editor : Sukri Sikki