KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang mulai menyiapkan rencana pembangunan jalan alternatif. Akses ini bakal menghubungkan kawasan Jalan Simon Tampubolon dengan Soekarno-Hatta.
Meski demikian, Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan bahwa proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap indikasi program dan belum masuk dalam penetapan trase secara rinci.
Menurut Bowo, pemerintah sengaja belum mengunci jalur atau trase pembangunan agar memiliki fleksibilitas saat pelaksanaan nantinya. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala di lapangan, termasuk keberadaan fasilitas umum maupun persoalan pembebasan lahan.
Baca Juga: Vandalisme Fasilitas Publik di Bontang Kian Marak, PUPRK Dorong Pemasangan CCTV
“Kami baru menyampaikan indikasi program. Trase jalan belum ditetapkan secara detail karena bisa saja nanti ditemukan fasilitas publik atau kendala lain yang mengharuskan jalur bergeser,” kata Bowo.
Ia mengatakan, penetapan trase secara prematur justru berpotensi menimbulkan hambatan ketika proyek akan direalisasikan. Sebab, perubahan jalur nantinya dapat berdampak pada revisi dokumen perencanaan tata ruang.
Karena itu, pemerintah memilih menetapkan rencana konektivitas kawasan terlebih dahulu tanpa menggambarkan posisi jalan secara spesifik. Bowo mencontohkan rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur yang selama ini hanya ditetapkan dalam koridor pengembangan wilayah tanpa menentukan trase secara detail sebelum tahap pelaksanaan.
Baca Juga: Pembangunan Trotoar Bontang Kuala Dianggarkan Rp 40 Miliar, Dikerjakan Bertahap Mulai 2027
“Prinsipnya sama. Yang disampaikan adalah akan ada konektivitas baru. Soal trase, nanti disesuaikan dengan kondisi riil ketika program sudah siap dijalankan,” ucapnya.
Rencana jalan alternatif tersebut disiapkan untuk membuka akses baru di Kota Bontang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ruas jalan yang saat ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Selain itu, keberadaan jalan alternatif juga dinilai penting untuk mendukung kelancaran lalu lintas ketika terjadi peningkatan volume kendaraan maupun saat berlangsung kegiatan berskala besar yang menyebabkan penutupan jalan tertentu.
“Tujuannya membuka akses baru. Ketika terjadi kepadatan lalu lintas atau ada kegiatan tertentu, masyarakat masih memiliki pilihan jalur lain,” tutur dia.
Meski belum dapat memastikan waktu pelaksanaan maupun kebutuhan anggaran secara rinci, PUPRK memastikan rencana tersebut telah masuk dalam arah pengembangan infrastruktur jangka panjang Kota Bontang. (*)
Editor : Duito Susanto