BONTANG- Kelurahan Gunung Elai optimistis mampu bersaing dalam Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026. Bahkan, Gunung Elai bertekad menyamai capaian Kelurahan Satimpo yang menjadi wakil Kaltim dan berlaga di tingkat nasional pada tahun lalu.
Keyakinan tersebut berbekal status Open Defecation Free (ODF) serta sejumlah inovasi pemberdayaan masyarakat, kelurahan ini menargetkan hasil lebih baik dibanding capaian sebelumnya.
Lurah Gunung Elai Sulistyo mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah merampungkan seluruh dokumen yang akan dikirim ke tingkat provinsi. Berkas penilaian menjadi salah satu tahapan penting sebelum penentuan tiga besar peserta terbaik.
“Sekarang masih tahap pengumpulan berkas. Batas waktunya sampai 19 Juni. Setelah itu akan dilakukan penilaian untuk menentukan tiga besar tingkat provinsi,” kata Sulistyo.
Menurutnya, Gunung Elai memiliki pengalaman cukup baik dalam ajang serupa. Pada beberapa tahun lalulalu, kelurahan tersebut berhasil meraih posisi runner-up tingkat provinsi.
Namun saat itu masih terdapat satu catatan yang menjadi kendala utama, yakni belum terpenuhinya status ODF secara menyeluruh.
“Selisih nilainya sangat tipis waktu itu. Salah satu kendalanya karena Gunung Elai belum ODF. Sekarang kami sudah ODF, sehingga lebih optimistis untuk bersaing,” ucapnya.
Selain keberhasilan di bidang sanitasi, Gunung Elai juga memiliki program unggulan bernama Sakti RT atau Siaga Kebencanaan Tingkat RT. Program ini dibentuk sebagai bentuk kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana dan kondisi darurat.
Melalui program tersebut, setiap kepala keluarga menyisihkan iuran sebesar Rp2.000 per bulan yang dikelola di tingkat RT. Dana tersebut digunakan untuk membantu warga yang terdampak bencana, seperti banjir maupun musibah lainnya.
Bantuan yang diberikan dapat berupa kebutuhan konsumsi, logistik maupun dukungan sosial lainnya. “Ketika ada warga terdampak bencana, bantuan bisa langsung bergerak dari RT. Misalnya kebutuhan konsumsi atau bantuan darurat lainnya,” tutur dia.
Ia menilai, kekuatan utama Gunung Elai terletak pada partisipasi masyarakat yang tinggi. Hampir seluruh program berjalan melalui gotong royong dan swadaya warga.
Terkait persaingan di tingkat provinsi, Sulistyo menyebut Kota Balikpapan masih menjadi rival terkuat dalam setiap pelaksanaan lomba kelurahan.
Menurutnya, persaingan antara Bontang dan Balikpapan selama ini berlangsung cukup ketat karena masing-masing daerah memiliki keunggulan tersendiri dalam pengelolaan wilayah dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau melihat pengalaman selama ini, saingan terberat memang Balikpapan. Tetapi semua kabupaten dan kota tentu punya inovasi masing-masing,” terangnya.
Ia berharap berbagai keunggulan yang dimiliki Gunung Elai, mulai dari inovasi sosial, pemberdayaan masyarakat, status ODF hingga kesiapsiagaan kebencanaan, dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian tingkat provinsi.
“Insyaallah kami optimistis. Mudah-mudahan tahun ini bisa memberikan hasil terbaik untuk Kota Bontang,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani