KALTIMPOST.ID, BONTANG-Tahapan pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK negeri tahun ajaran 2026/2027 di Bontang resmi dibuka mulai 22-24 Juni 2026. Pada tahap awal, calon peserta didik akan bersaing memperebutkan kursi yang tersedia melalui jalur prestasi, afirmasi, mutasi, serta domisili prioritas khusus SMK.
Berdasarkan Petunjuk Operasional SPMB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Bontang-Kutai Timur, total daya tampung SMA dan SMK negeri di Bontang mencapai lebih dari 1.764 kursi. Namun, pada pendaftaran tahap pertama tidak seluruh kursi dibuka karena masih menyisakan kuota jalur domisili SMA dan jalur reguler SMK yang akan dibuka pada tahap kedua.
Baca Juga: Terhambat Konvoi Perguruan Silat, Pasien Kritis di Karanganyar Meninggal Dunia
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bontang Suyanik mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa tahap pertama hanya diperuntukkan bagi jalur tertentu sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah provinsi.
“Sementara yang dibuka adalah jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi untuk SMA. Sedangkan untuk SMK ditambah jalur domisili prioritas. Jadi masyarakat harus mencermati jalur yang sesuai dengan kondisi masing-masing calon siswa,” kata Suyanik.
Untuk jenjang SMA negeri di Bontang, kuota yang diperebutkan pada tahap pertama berasal dari jalur afirmasi sebesar 30 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Sementara jalur domisili sebesar 35 persen baru akan dibuka pada tahap kedua.
Baca Juga: Domisili Prioritas SMK di SPMB Hanya 10 Persen, Berikut Rincian Wilayah yang Masuk Jalur Tersebut
Jika mengacu pada daya tampung SMA negeri di Bontang tahun ajaran 2026/2027, jumlah kursi yang tersedia pada tahap pertama mencapai sekitar 492 kursi, terdiri gabungan kuota afirmasi, prestasi, dan mutasi di seluruh SMA negeri.
Sementara pada jenjang SMK negeri, pendaftaran tahap pertama mencakup jalur domisili prioritas 10 persen, afirmasi 15 persen, prestasi 20 persen, dan mutasi 5 persen. Totalnya mencapai 50 persen dari daya tampung setiap kompetensi keahlian. Adapun jalur reguler sebesar 50 persen akan dibuka pada tahap kedua.
Dengan komposisi tersebut, jumlah kursi SMK yang diperebutkan pada tahap pertama mencapai sekitar 504 kursi dari total daya tampung seluruh SMK Negeri di Kota Bontang.
Baca Juga: Women’s Soccer Trilogy 2026 Hadir di Kudus, Jalur Pembinaan Calon Bintang Timnas Putri
Artinya, secara keseluruhan terdapat sekitar 996 kursi SMA dan SMK Negeri di Bontang yang dibuka pada tahap pertama SPMB 2026. Suyanik menjelaskan, seluruh calon peserta didik wajib memenuhi persyaratan umum, antara lain berusia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026, telah lulus SMP atau sederajat, serta memiliki nilai rapor semester satu hingga lima.
Selain itu, peserta juga harus menyiapkan dokumen kependudukan yang sesuai dengan jalur pendaftaran yang dipilih. Untuk jalur domisili maupun domisili prioritas, kartu keluarga harus telah diterbitkan minimal satu tahun sebelum tanggal pendaftaran.
Baca Juga: Pasca Penangkapan Jumat Pagi, Akun Facebook dr Tifa Diserbu Ribuan Komentar Dukungan Netizen
Pada jalur afirmasi, peserta wajib terdaftar dalam program bantuan pemerintah yang berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara jalur prestasi mensyaratkan bukti prestasi akademik maupun nonakademik yang telah diverifikasi panitia. Adapun jalur mutasi diperuntukkan bagi anak dari orang tua yang berpindah tugas maupun anak guru dan tenaga kependidikan.
“Karena proses seleksi dilakukan secara digital, kami mengimbau seluruh calon murid memastikan dokumen yang diunggah jelas dan sesuai persyaratan. Jangan menunggu hari terakhir untuk mendaftar,” ucapnya.
Hasil seleksi akan diumumkan pada 26 Juni 2026. Selanjutnya, peserta yang belum diterima masih dapat mengikuti pendaftaran tahap kedua yang dibuka mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026 untuk jalur domisili SMA dan jalur reguler SMK.
Baca Juga: Stand Up Indo Balikpapan Sukses Gelar Workshop Public Speaking dan Stand Up Comedy
Suyanik berharap calon siswa dan orang tua dapat memanfaatkan masa pendaftaran dengan baik serta memahami mekanisme seleksi yang berlaku agar tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan ke SMA maupun SMK Negeri di Kota Bontang.
“Yang terpenting adalah memilih jalur yang tepat sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A