KALTIMPOST.ID, BONTANG-Harapan ribuan warga Bontang untuk mendapatkan akses listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2026 mulai terpetakan.
Berdasarkan rekapitulasi usulan yang dihimpun Pemerintah Kota Bontang, sebanyak 1.033 kepala keluarga (KK) dari 15 kelurahan telah diajukan sebagai calon penerima bantuan pemasangan listrik gratis.
Dari data yang dihimpun Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setkot Bontang, Kelurahan Gunung Telihan menjadi wilayah dengan jumlah pemohon terbanyak, yakni 110 KK. Disusul Tanjung Laut Indah sebanyak 94 KK, Loktuan dan Tanjung Laut masing-masing 84 KK, serta Berebas Tengah sebanyak 83 KK.
Baca Juga: Luis de la Fuente Ungkap Tarik Lamine Yamal yang Cuma Main Setengah Babak untuk Spanyol
Sementara jumlah pemohon paling sedikit berasal dari Kelurahan Satimpo dengan 21 KK. Adapun rincian usulan lainnya meliputi Bontang Baru 42 KK, Bontang Kuala 64 KK, Guntung 75 KK, Gunung Elai 55 KK, Api-Api 59 KK, Bontang Lestari 68 KK, Berbas Pantai 79 KK, Belimbing 54 KK, dan Kanaan 61 KK.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Moch Arif Rochman menegaskan, seluruh data tersebut masih berstatus usulan. “Belum ditetapkan,” kata Arif.
Program BPBL merupakan bantuan pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat kurang mampu yang bersumber dari APBN, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada 2026, Pemprov Kaltim mendapat target sekitar 3.100 calon penerima BPBL dari pemerintah pusat. Sementara secara nasional, kuota yang disiapkan mencapai 225 ribu rumah tangga di 36 provinsi.
Baca Juga: Kemitraan Jadi Kunci, Harga TBS Sawit Mitra Tembus Rp 3.400 Per Kilogram
Melalui surat Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur tertanggal 3 Mei 2026, kabupaten dan kota diminta menyampaikan data calon penerima yang layak mendapatkan bantuan. Pemkot Bontang kemudian bergerak cepat melakukan pendataan hingga ke tingkat kelurahan.
Arif menjelaskan proses pengusulan diawali dengan surat kepada seluruh lurah pada pertengahan Mei lalu. Setelah data masuk dan diverifikasi, usulan langsung diteruskan ke pemerintah provinsi. “Waktu itu kami bersurat ke seluruh lurah pada 13 Mei. Setelah data lengkap dari kelurahan, langsung kami kirim usulannya,” ucapnya.
Menurut dia, tingginya jumlah usulan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses listrik masih cukup besar. Karena itu, Pemkot Bontang berharap dapat menjadi salah satu daerah prioritas dalam program BPBL tahun depan.
Baca Juga: Tahapan Pertama Pendaftaran SPMB SMA-SMK Dibuka, 996 Kursi Diperebutkan Calon Siswa di Bontang
Harapan tersebut juga dituangkan dalam surat resmi Pemkot Bontang kepada Dinas ESDM Kaltim tertanggal 25 Mei 2026. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pendataan calon penerima telah dilakukan di seluruh kelurahan dan jumlah masyarakat yang mendaftar cukup tinggi.
Pemkot juga meminta agar Kota Bontang mendapatkan prioritas dalam pelaksanaan program bantuan pemasangan listrik gratis karena dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya mengandalkan BPBL, Pemkot Bontang juga berupaya memperjuangkan pembangunan infrastruktur kelistrikan lainnya. Arif mengungkapkan pihaknya telah mengirim surat yang ditandatangani Wali Kota Bontang kepada Menteri ESDM terkait permohonan pembangunan jaringan dan tiang listrik komunal, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN.
Baca Juga: Terhambat Konvoi Perguruan Silat, Pasien Kritis di Karanganyar Meninggal Dunia
“Selain itu, kami juga langsung bersurat ke menteri, ditandatangani wali kota, untuk permohonan tiang dan jaringan komunal,” tutur dia.
Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jumlah usulan warga Bontang yang akan diakomodasi dalam kuota BPBL 2026. Pemerintah daerah masih menunggu hasil verifikasi dan penetapan dari pemerintah pusat. “Kita tunggu saja. Sampai sekarang belum ada kepastian berapa yang diakomodasi,” pungkas Arif. (*)
Editor : Dwi Restu A