KALTIMPOST.ID, BONTANG – Dunia pendidikan Kota Bontang kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang sekolah dasar (SD), Bontang berhasil menempati peringkat kedua di Kalimantan Timur.
Pencapaian tersebut dihitung dari rata-rata nilai dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Hasil itu sekaligus mempertegas posisi Bontang sebagai salah satu daerah dengan kualitas pendidikan dasar terbaik di Kalimantan Timur.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan mutu pendidikan di Kota Taman terus mengalami peningkatan. Menurutnya, hasil evaluasi TKA perdana tahun 2026 juga memperlihatkan Kalimantan Timur secara keseluruhan mampu melampaui rata-rata nasional.
“Untuk peringkat provinsi, Kota Bontang berada di posisi kedua TKA SD Bahasa Indonesia dan Matematika,” ujar Saparuddin, Jumat (26/6/2026).
Data Kelompok Kerja TKA Provinsi Kalimantan Timur mencatat sebanyak 66.844 siswa SD mengikuti TKA tahun ini. Rata-rata nilai Bahasa Indonesia tingkat provinsi mencapai 63,79, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 60,35.
Sementara itu, rata-rata nilai Matematika Kalimantan Timur mencapai 44,80. Angka tersebut juga melampaui rata-rata nasional sebesar 43,61.
Dalam pemetaan antardaerah, Kota Balikpapan masih menjadi yang tertinggi dengan rata-rata nilai 70,03 untuk Bahasa Indonesia dan 49,74 untuk Matematika.
Posisi kedua ditempati Kota Bontang dengan rata-rata 69,44 pada Bahasa Indonesia dan 48,88 pada Matematika. Adapun posisi ketiga diraih Kota Samarinda dengan nilai rata-rata 66,54 untuk Bahasa Indonesia dan 47,16 untuk Matematika.
Di bawahnya terdapat Kabupaten Penajam Paser Utara dengan nilai 63,63 dan 44,69. Kemudian Kutai Kartanegara 61,10 dan 42,70, Kutai Timur 60,96 dan 43,16, Kabupaten Paser 60,66 dan 42,14, Berau 59,52 dan 41,25, Kutai Barat 59,19 dan 39,84, serta Mahakam Ulu di posisi terakhir dengan nilai 53,29 untuk Bahasa Indonesia dan 36,37 untuk Matematika.
Tak hanya unggul dibanding sebagian besar kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, capaian Bontang juga jauh berada di atas rata-rata nasional. Nilai Bahasa Indonesia siswa SD Bontang tercatat lebih tinggi sekitar sembilan poin dari rata-rata nasional, sedangkan Matematika unggul lebih dari lima poin.
Laporan Kelompok Kerja TKA Kaltim juga mencatat Bontang mengikutsertakan 2.978 peserta didik dalam pelaksanaan TKA SD 2026. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibanding Kota Samarinda yang mencapai 13.052 peserta maupun Kutai Kartanegara dengan 13.708 peserta.
Baca Juga: Tanjakan Gunung Odang Mulai Dibeton, Jalur Rawan di Perbatasan Kaltim-Kalteng Segera Berubah
Meski demikian, capaian akademik Bontang tetap mampu bersaing di papan atas. Bahkan, hanya Balikpapan yang mencatatkan nilai lebih tinggi pada kedua mata pelajaran tersebut.
Saparuddin menegaskan hasil TKA menjadi modal penting bagi Disdikbud Bontang untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat pemeringkatan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan pendidikan.
“Kami berusaha memperbaiki literasi dan numerasi dengan memperkuat melalui upaya berupa regulasi Perwali Literasi dan Numerasi,” katanya.
Ia menjelaskan, regulasi tersebut akan menjadi dasar penguatan budaya membaca, kemampuan memahami bacaan, serta peningkatan kemampuan berhitung di seluruh sekolah dasar.
Program tersebut juga akan diikuti dengan peningkatan kompetensi guru dan evaluasi pembelajaran secara berkala agar kualitas pendidikan terus meningkat.
Disdikbud Bontang berharap hasil TKA perdana ini menjadi motivasi bagi seluruh sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Melalui penguatan literasi, numerasi, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, Bontang ditargetkan mampu mempertahankan bahkan merebut posisi pertama Kalimantan Timur pada pelaksanaan TKA di tahun-tahun mendatang. (*)
Editor : Ery Supriyadi