KALTIMPOST.ID-Suasana duka di sebuah rumah di Kampung Timur RT 1, Kelurahan Kanaan, Bontang, Selasa (30/6) seharusnya menjadi momen keluarga dan kerabat menguatkan satu sama lain.
Namun, ketika ibadah penghiburan pertama hendak dimulai, seluruh ruangan justru tenggelam dalam gelap.
Listrik padam tepat saat jemaat mulai berdatangan. Akibatnya, prosesi ibadah terpaksa ditunda hingga sekitar 40 menit sembari menunggu genset pinjaman dari ketua RT tiba di lokasi.
Bagi keluarga yang sedang berduka, penundaan tersebut menambah kesedihan di tengah suasana kehilangan.
Lilin dan lampu darurat memang sempat dinyalakan, tetapi tidak cukup untuk mendukung jalannya ibadah yang dihadiri banyak jemaat.
“Ibadah harus menunggu genset yang dipinjam ketua RT,” kata Damaris, salah seorang jemaat Gereja Toraja Imanuel yang hadir dalam ibadah tersebut.
Menurutnya, peristiwa itu bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, jemaat Gereja Toraja Imanuel sudah dua kali menggelar ibadah penghiburan yang bertepatan dengan jadwal pemadaman listrik.
Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat solusi sehingga aktivitas masyarakat, terutama kegiatan yang bersifat mendesak dan menyangkut kepentingan sosial maupun keagamaan, tidak lagi terganggu.
“Di jemaat kami sudah ada dua kali ibadah penghiburan saat kedukaan tepat waktunya saat pemadaman listrik,” ucapnya.
Di sisi lain, PT PLN UP3 Bontang memang kembali melakukan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah wilayah Bontang.
Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita sebagai bagian dari pengaturan operasi sistem kelistrikan.
Manager PLN UP3 Bontang, Robertus Richard Laksana Lamania menjelaskan, langkah tersebut diambil menyusul adanya gangguan teknis pada komponen pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang memengaruhi pasokan daya sistem.
Menurutnya, pengaturan operasi diperlukan agar keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan tetap terjaga selama proses pemulihan berlangsung.
“Pengaturan operasi dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan. Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan,” katanya.
Sejumlah kawasan yang terdampak meliputi wilayah Kanaan, Gunung Elai, Api-Api, Bontang Baru, Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Berbas, Berbas Pantai, Bontang Kuala, Loktuan, Guntung hingga Bontang Lestari.
Selain kawasan permukiman, pemadaman juga menyasar sejumlah ruas jalan utama, kawasan perumahan, pelabuhan, hingga area industri.
PLN mengimbau masyarakat menyiapkan kebutuhan selama penghentian pasokan berlangsung.
Pelanggan juga diminta mematikan serta mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan untuk menghindari kerusakan akibat lonjakan tegangan ketika aliran listrik kembali normal.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. PLN akan mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pasokan listrik dapat kembali normal secepatnya,” pungkas Robertus. (rd)
Editor : Romdani.