Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gunung Elai Andalkan 18 Inovasi, Optimistis Wakili Kaltim ke Lomba Kelurahan Tingkat Nasional

Adhiel kundhara • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:49 WIB
PAPARKAN: Kelurahan Gunung Elai menjadi wakil Bontang untuk bertarung dalam lomba kelurahan terbaik tingkat Kaltim. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PAPARKAN: Kelurahan Gunung Elai menjadi wakil Bontang untuk bertarung dalam lomba kelurahan terbaik tingkat Kaltim. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, semakin dekat mewujudkan ambisi menjadi wakil Kalimantan Timur pada ajang Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.

Setelah lolos sebagai tiga besar tingkat provinsi, Kelurahan Gunung Elai telah menyelesaikan tahapan pemaparan di hadapan Tim Penilai Lomba Kelurahan Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (1/7/2026), di Aula Desa Mandiri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Samarinda. 

Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik Samarinda dan Muara Badak Hari Ini 2 Juli 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan sesi presentasi berlangsung sekitar satu jam, dimulai pukul 10.30 Wita. Dalam kesempatan itu, tim penilai menggali berbagai aspek, mulai dari tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, inovasi pelayanan publik hingga upaya penanganan stunting.

"Pertanyaannya hampir sama seperti saat lomba tingkat kota. Semua yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, sampai penanganan stunting ditanyakan," kata Sulistyo.

Dalam pemaparannya, Gunung Elai mengangkat sedikitnya 18 inovasi yang telah dijalankan di wilayahnya. Beberapa di antaranya menjadi program unggulan, seperti Sakti RT (Siaga Kebencanaan Tingkat RT), Gema Mbok Serumi atau Gerakan Menanam Lombok Setiap Rumah Minimal 3 Polibag, Bunda PAUD Tanggap, hingga Germas Madu yang mendorong masyarakat aktif membawa balita ke Posyandu.

Baca Juga: Kacau! TII Catat 30 Wamen Kabinet Merah Putih Masih Rangkap Jabatan Komisaris BUMN

Menurut Sulistyo, Gema Mbok Serumi menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian tim penilai karena tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membantu pengendalian inflasi di tingkat rumah tangga. Program tersebut diawali menggunakan anggaran kelurahan sebagai stimulan.

Selanjutnya pengembangannya melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), dukungan Dinas Ketahanan Pangan, serta diupayakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Tujuannya untuk ketahanan pangan, membantu pengendalian inflasi, memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Viral Video Peserta Latsmil Koperasi Desa Merah Putih Salat Pakai Seragam, Ini Kata Netizen

Sementara itu, program Germas Madu atau gerakan masyarakat membawa anak ke posyandu menjadi salah satu strategi meningkatkan kunjungan balita ke Posyandu. Sulistyo menyebut capaian operasi timbang balita di Gunung Elai menjadi salah satu yang tertinggi di Kota Bontang dan mendapat apresiasi dari tim penilai.

Persoalan stunting juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Tim penilai meminta penjelasan mengenai langkah yang dilakukan pemerintah kelurahan terhadap balita yang masih mengalami stunting.

Sulistyo mengatakan penanganan terus dilakukan melalui kolaborasi bersama Dinas Kesehatan dan Pemkot Bontang agar seluruh balita yang membutuhkan intervensi segera mendapatkan pendampingan.

"Yang masih stunting akan terus kami intervensi supaya penanganannya lebih maksimal," tutur dia.

Ia menilai salah satu kekuatan Gunung Elai dalam presentasi kali ini adalah kekompakan seluruh tim pendamping. Selain dirinya sebagai lurah, pemaparan turut didampingi Wakil Wali Kota Bontang, Asisten I Setda, Camat Bontang Utara, Ketua LPM, TP PKK, hingga perwakilan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Baca Juga: Jokowi Lanjut Safari Politik ke NTT dan Jawa Barat, PSI Ungkap Agenda Lengkap Kunjungan

Seluruh unsur tersebut diberi kesempatan menjawab pertanyaan sesuai bidang masing-masing sehingga memperlihatkan sinergi lintas sektor dalam membangun kelurahan.

"Yang dinilai bukan hanya lurahnya, tetapi kekompakan tim. Semua stakeholder ikut menjawab sesuai bidangnya karena kami membawa nama Kota Bontang," terangnya.

Kelurahan Gunung Elai menjadi satu dari tiga kelurahan terbaik yang lolos seleksi administrasi tingkat Provinsi Kalimantan Timur bersama Kelurahan Graha Indah Balikpapan dan Kelurahan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Ketiganya berhak mengikuti tahapan pemaparan setelah dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan penilaian administrasi berupa dokumen, video visualisasi, Prodeskel, dan Epdeskel. 

Baca Juga: Aren Genjah Disiapkan Jadi Sumber Ekonomi Baru, Kutim Bidik Lahirnya UMKM Berbasis Potensi Desa  

Sulistyo mengungkapkan hasil lomba dijadwalkan diumumkan pada Jumat mendatang. Ia berharap Gunung Elai dapat mempertahankan tradisi prestasi Bontang di ajang Lomba Kelurahan dan melangkah hingga tingkat nasional.

"Kami optimistis. Semoga hasil presentasi ini bisa mengantarkan Gunung Elai menjadi yang terbaik dan membawa nama Bontang di tingkat nasional," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bontang #inovasi #Optimistis #gunung elai #lomba Kelurahan