Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemadaman Listrik PLN Belum Ganggu Signifikan Distribusi Air Bontang, Perumda Tirta Taman Andalkan Sistem Interkoneksi WTP

Adhiel kundhara • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:58 WIB
TERHUBUNG: Jaringan antar-WTP di Bontang diklaim Perumda Tirta Taman dapat menyuplai ketika ada yang terkena dampak pemadaman arus listrik PLN. (ADIEL KUNDHARA/KP)
TERHUBUNG: Jaringan antar-WTP di Bontang diklaim Perumda Tirta Taman dapat menyuplai ketika ada yang terkena dampak pemadaman arus listrik PLN. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Bontang belum memberikan dampak signifikan terhadap distribusi air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Taman.

Meski produksi air mengalami penurunan saat instalasi pengolahan air terdampak pemadaman, pasokan tetap dapat dipertahankan berkat sistem interkoneksi antar Water Treatment Plant (WTP).

Baca Juga: Gunung Elai Andalkan 18 Inovasi, Optimistis Wakili Kaltim ke Lomba Kelurahan Tingkat Nasional

Direktur Perumda Tirta Taman Suramin mengatakan, jaringan distribusi air di Bontang kini telah saling terhubung. Kondisi tersebut membuat suplai air masih bisa dialihkan dari WTP lain ketika salah satu instalasi berhenti beroperasi akibat pemadaman listrik.

"Kalau ada satu WTP yang padam, bukan berarti pelanggan langsung tidak mendapat air. Karena sekarang jaringan kita sudah saling terkoneksi. Memang tekanannya bisa menurun, tetapi aliran air masih tetap ada," jelasnya, Kamis (2/7).

Suramin mengatakan, kondisi tersebut terlihat saat pemadaman listrik yang terjadi di kawasan Tanjung Laut. Meski WTP di wilayah tersebut sempat berhenti beroperasi, pelanggan masih menerima suplai dari instalasi lain.

Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik Samarinda dan Muara Badak Hari Ini 2 Juli 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak

Sebagai contoh, kawasan Tanjung Limau yang selama ini mendapatkan pasokan dari WTP Bhayangkara juga masih bisa memperoleh suplai tambahan dari WTP Loktuan. Begitu pula wilayah Berbas Tengah yang dapat dibantu distribusinya dari WTP Bhayangkara.

Menurutnya, pembangunan jaringan interkoneksi beberapa tahun terakhir terbukti menjadi solusi penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan air bersih ketika terjadi gangguan listrik. "Untungnya sekarang jaringan WTP kita sudah menyebar dan terintegrasi. Jadi ketika satu instalasi berhenti karena listrik padam, masih ada suplai dari instalasi lainnya," ucapnya.

Namun, Suramin mengakui kapasitas produksi air secara keseluruhan tetap mengalami penurunan. Sebab, durasi operasional sejumlah instalasi otomatis berkurang mengikuti lamanya pemadaman listrik.

Baca Juga: Kacau! TII Catat 30 Wamen Kabinet Merah Putih Masih Rangkap Jabatan Komisaris BUMN

Namun, penurunan tersebut belum berdampak besar terhadap pelanggan karena pemadaman yang dilakukan PLN bersifat bergilir dan hanya terjadi di titik-titik tertentu.

"Kalau pemadamannya spot-spot seperti sekarang, pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap pelayanan. Yang terasa biasanya hanya tekanan air menjadi lebih kecil, terutama pelanggan yang berada di ujung jaringan," tutur dia.

Dia mencontohkan apabila WTP berhenti beroperasi selama tiga jam, kapasitas produksi air otomatis berkurang selama waktu tersebut. Jika di hari yang sama ada WTP lain yang juga mengalami pemadaman, akumulasi produksi air akan semakin menurun.

Namun, pelanggan tetap diimbau segera melapor apabila mengalami gangguan distribusi air. Sebab tidak semua keluhan disebabkan pemadaman listrik. Menurut Suramin, beberapa laporan yang diterima justru berasal dari kebocoran jaringan pipa maupun saluran yang tersumbat akibat pekerjaan galian utilitas.

"Ada laporan air tidak mengalir, setelah dicek ternyata bukan karena listrik padam, tetapi ada pipa bocor atau saluran tersumbat. Jadi semua laporan tetap kami tindak lanjuti," pungkasnya (*)

Editor : Dwi Restu A
#bontang #tak ganggu #interkoneksi #pasokan air #pemadaman listrik