KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMA tahun 2026 sudah berakhir. Khususnya untuk tahapan pendaftaran tahap kedua. Proses pendaftaran tersebut ditutup pada 3 Juli pukul 11.00 Wita. Tiga SMA pun telah tergenapi kuotanya.
Kepala SMA 1 Bontang Kusman Dima mengatakan selanjutnya pengumuman akan disampaikan melalui situs pada 6 Juli mendatang. Pada tanggal sama pendaftar yang diterima bisa melakukan daftar ulang hingga 9 Juli.
“Jadwal tersebut telah diatur dalam juknis pelaksanaan SPMB,” kata Kusman, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Bukan Soal Dana, DPPKB Samarinda Ungkap Faktor Utama Penyebab Stunting Sulit Ditekan
Khusus SMA 1, tercatat 85 pendaftar tersisih pada jalur domisili. Gagalnya pendaftar tersebut diakibatkan nilainya rendah sehingga tergeser dari urutan di atasnya. Apalagi pendaftar tersebut tidak masuk dalam domisili prioritas yang berada di sekitar sekolah.
“Kalau domisili prioritas otomatis sistem menempatkan di urutan paling atas. Selebihnya yang di luar itu pakai rata-rata nilai rapor,” ucapnya.
Dari 129 kuota jalur domisili di SMA 1, 114 pelamar berasal dari lulusan SMP 1 Bontang. Nilai terendah di SMA 1 yakni 559. Dengan jumlah pendaftar yang masuk domisili prioritas yakni 26.
Sementara Kepala SMA 2 Bontang Suyanik mengatakan pergeseran masih terjadi di hari terakhir. Utamanya limpahan dari pendaftar yang memilih SMA 1 sebagai pilihan pertama namun tersisih.
“Jumlah pendaftar yang masuk domisili prioritas di SMA 2 yakni 31,” tutur Suyanik.
Untuk asal sekolah yang berhasil lolos di SMA 2 lebih bervariatif. Namun didominasi dari SMP 2 Bontang. Kuota jalur domisili yang dibuka di SMA 2 yakni 109. Keseluruhannya telah terisi dengan nilai ambang batas terendah yaitu 545,50.
Selanjutnya di SMA 3, jumlah pendaftar yang lolos lewat domisili prioritas sebanyak 35. Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Belimbing ini membuka kuota 126. Dengan nilai terendah yakni 522,80. (*)
Editor : Duito Susanto