Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Perumda Tirta Taman Minta Kepastian Jadwal Pemadaman PLN, Keluhkan Sulit Menyusun Strategi Pelayanan Air

Adhiel kundhara • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:50 WIB
TERDAMPAK: Gangguan pemadaman listrik oleh PLN berimbas kepada distribusi air bersih milik Perumda Tirta Taman. (ADIEL KUNDHARA/KP)
TERDAMPAK: Gangguan pemadaman listrik oleh PLN berimbas kepada distribusi air bersih milik Perumda Tirta Taman. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Perumda Tirta Taman Bontang berharap PT PLN dapat memberikan jadwal pemadaman listrik yang lebih pasti. Kepastian tersebut dinilai sangat penting agar perusahaan daerah penyedia air bersih itu dapat menyusun strategi operasional dan menjaga pelayanan kepada pelanggan.

Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin, mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan PLN untuk membahas dampak pemadaman listrik terhadap produksi air bersih.

Dalam pertemuan tersebut, Perumda Tirta Taman meminta agar jadwal pemadaman dapat diinformasikan jauh hari sebelum pelaksanaan. Namun hingga kini PLN disebut belum dapat memastikan jadwal tersebut karena penentuan lokasi pemadaman baru dapat dilakukan beberapa jam sebelum pelaksanaan.

Baca Juga: SPMB 2026 Berakhir, 85 Pendaftar Gagal Lolos Jalur Domisili di SMA 1 Bontang

"Kami sebenarnya meminta jadwal yang tetap supaya bisa memprediksi daerah mana yang terdampak dan bagaimana strategi operasionalnya. Tetapi dari PLN disampaikan penentuan pemadaman baru bisa dipastikan beberapa jam sebelumnya," kata Suramin, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, ketidakpastian jadwal membuat Perumda Tirta Taman cukup kesulitan melakukan pengaturan produksi air di setiap Water Treatment Plant (WTP). Padahal setiap instalasi memiliki wilayah pelayanan yang berbeda dan membutuhkan langkah antisipasi apabila harus berhenti beroperasi akibat pemadaman listrik.

"Kami perlu mengetahui WTP mana yang akan terdampak supaya bisa mengatur suplai dari instalasi lain. Kalau jadwalnya berubah-ubah tentu lebih sulit melakukan antisipasi," ucapnya.

Baca Juga: Bagaimana Iran Menyimpan Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Selama Berbulan-bulan? Ini Penjelasannya

Suramin mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari PLN, program pemadaman bergilir diperkirakan masih berlangsung hingga Juli. Meski demikian, belum ada kepastian apakah akan berakhir pada pertengahan atau akhir bulan.

Sebab itu Perumda Tirta Taman masih terus berkoordinasi dengan PLN agar dampak terhadap pelayanan publik dapat diminimalkan.  Selain meminta kepastian jadwal, perusahaan juga mulai mengumpulkan seluruh data durasi pemadaman di setiap WTP untuk dijadikan bahan evaluasi bersama.

"Kami sedang menghitung berapa jam masing-masing WTP berhenti beroperasi akibat listrik padam. Dari situ nanti bisa diketahui berapa besar penurunan produksi air yang sebenarnya," tutur dia.

Ia menegaskan perhitungan tersebut harus menggunakan data yang valid sehingga tidak bisa disampaikan secara tergesa-gesa. "Kami tidak ingin menyampaikan angka yang belum pasti. Semua harus berdasarkan data durasi pemadaman dan kapasitas produksi masing-masing instalasi," terangnya.

Meski produksi air mengalami penurunan selama masa pemadaman bergilir, Suramin memastikan pelayanan kepada pelanggan sejauh ini masih relatif terkendali. Keluhan yang masuk ke Perumda Tirta Taman masih didominasi persoalan teknis seperti kebocoran pipa, saluran tersumbat, maupun gangguan jaringan distribusi, bukan akibat langsung dari pemadaman listrik.

"Keluhan pelanggan sejauh ini masih seperti biasa. Tidak ada lonjakan signifikan akibat pemadaman listrik. Kalau ada laporan air tidak mengalir tetap kami cek di lapangan karena bisa saja penyebabnya kebocoran pipa atau gangguan jaringan," pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#pemadaman bergilir #pelayanan air bersih #kebocoran pipa #perumda tirta taman #pemadaman listrik