KALTIMPOST.ID- Kondisi Jalan nasional dari Tugu Selamat Datang hingga simpang tiga dekat eks Bontang Plaza sangat mengkhawatikan. Pasalnya struktur aspal sudah aus. Hal ini membuat pengendara yang melintas tidak nyaman ketika berada di ruas jalan tersebut. Apalagi mobilitas kendaraan di jalur itu sangat tinggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan pihaknya sebenarnya telah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Namun hingga kini, pekerjaan yang dilakukan masih terbatas di beberapa titik dan belum menyentuh ruas jalan di depan RSUD secara keseluruhan.
Menurutnya, beberapa proyek yang telah dikerjakan Balai Jalan hanya mencakup perbaikan di kawasan depan Terminal Bontang. Sifatnya kala itu hanya parsial menyesuaikan dengan anggaran yang ada. "Sekarang juga ada penanganan longsoran di dekat Jembatan Indominco yang sedang dikerjakan oleh Balai. Tetapi untuk ruas jalan di depan RSUD memang belum masuk dalam pekerjaan," kata pejabat yang akrab disapa Bowo tersebut, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: Kejar Standar AFC 2026, Lampu Stadion Palaran Resmi Dipindah ke Segiri, Begini Skema Pendanaannya
Ia menjelaskan, kondisi jalan tersebut sebenarnya sudah lama menjadi perhatian Pemkot Bontang. Berbagai laporan, termasuk dokumentasi kerusakan, telah dikirimkan melalui aplikasi pelaporan yang digunakan BBPJN sebagai bahan usulan prioritas penanganan.
Bowo mengungkapkan, usia lapisan aspal di depan RSUD diperkirakan sudah mendekati 10 tahun tanpa rehabilitasi besar. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kualitas jalan mulai menurun. "Kalau terakhir direhabilitasi saya lupa persis tahunnya, tetapi sudah cukup lama. Kurang lebih sekitar 10 tahunan," ucapnya.
Ia menegaskan, kewenangan perbaikan jalan nasional berada di pemerintah pusat melalui BBPJN. Karena itu, Pemkot Bontang hanya dapat mengusulkan dan mendorong agar ruas tersebut masuk dalam daftar prioritas pembangunan. Bowo menyebut usulan perbaikan jalan depan RSUD sudah beberapa kali disampaikan. Bahkan seluruh data pendukung, mulai dari foto hingga kondisi lapangan, telah dikirimkan kepada pihak BBPJN.
Baca Juga: 5.467 Berkas Beasiswa yang Masuk ke Bagian Kesra Setkab Kukar Sedang Diverifikasi
Untuk usulan pembangunan melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2027, Pemkot Bontang masih memprioritaskan penanganan Jalan Pierre Tendean. Ruas tersebut dinilai lebih mendesak karena merupakan akses alternatif yang membutuhkan peningkatan infrastruktur, termasuk pembangunan trotoar di salah satu sisi jalan.
"Itu merupakan lanjutan dari rencana sebelumnya. Bahkan sudah dilakukan pematangan lahan," tutur dia. Sementara itu, usulan penanganan ruas Tugu Selamat Datang hingga simpang tiga eks Bontang Plaza belum dapat diajukan. Bowo mengakui kondisi fiskal pemerintah saat ini membuat penentuan skala prioritas pembangunan harus dilakukan secara selektif. "Apalagi kondisi fiskal saat ini seperti ini," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki