KALTIMPOST.ID-Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi memastikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang Muhammad Syahbirin, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Taman Husada dalam kondisi telah meninggal dunia, Senin (6/7) sekitar pukul 15.00 Wita.
Menurutnya, Syahbirin dibawa ke rumah sakit oleh rekan kantornya. Namun, saat tiba di IGD, tim medis mendapati almarhum telah menunjukkan tanda-tanda kematian. Sehingga tidak memungkinkan lagi dilakukan tindakan penyelamatan.
“Beliau dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat dievaluasi secara klinis, sudah ada tanda-tanda kematian sehingga tidak dilakukan tindakan medis,” kata Suhardi.
Ia menjelaskan, almarhum terlebih dahulu dibawa ke IGD untuk menjalani evaluasi klinis sesuai prosedur rumah sakit.
Setelah dipastikan telah meninggal dunia, jenazah kemudian dipindahkan ke ruang jenazah RSUD Taman Husada.
Saat diwawancarai wartawan, Suhardi menyebut seluruh proses penanganan dilakukan sesuai standar operasional rumah sakit terhadap pasien yang datang dalam kondisi tanpa tanda-tanda kehidupan.
Mengenai penyebab meninggalnya Muhammad Syahbirin, Suhardi menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian.
Menurutnya, penyebab pasti baru bisa diketahui melalui pemeriksaan lebih lanjut sehingga rumah sakit tidak ingin berspekulasi.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa secara teori medis, sebagian besar kasus kematian mendadak memang sering berkaitan dengan serangan jantung.
Baca Juga: Ketua DPRD Mahulu Minta KONI Perkuat Koordinasi, Pastikan Anggaran Pembinaan Atlet Masuk APBD 2027
Namun, penjelasan tersebut merupakan gambaran umum dan bukan kesimpulan atas penyebab wafatnya Syahbirin.
“Kalau secara teori, kebanyakan kasus meninggal mendadak memang karena serangan jantung. Tetapi untuk kasus ini kami belum bisa memastikan penyebab pastinya,” jelas dokter spesialis jantung tersebut.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki RSUD Taman Husada, Syahbirin tidak sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebelum kejadian tersebut. “Beliau sebelumnya tidak ada perawatan di RSUD,” ujarnya.
Sementara terkait riwayat penyakit maupun kemungkinan pernah menjalani tindakan pemasangan ring jantung, Suhardi mengaku tidak memiliki informasi tersebut.
Saat berada di RSUD Taman Husada, sejumlah ASN mendatangi rumah sakit tersebut. Berdasarkan informasi pemakaman akan dilaksanakan, Selasa (7/7) setelah Zuhur di Gang Walet Jalan A Wahab Syahrani. (rd)
Editor : Romdani.