Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Antisipasi Banjir di BSD, Pasukan Panbers PUPRK Bontang Keruk Sedimen Lumpur di Jalan Cipto Mangunkusumo

Adhiel kundhara • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:47 WIB
NORMALISASI SALURAN: Anggota Pasukan Bersih Sungai milik Dinas PUPRK Kota Bontang saat menguras endapan lumpur secara manual di Jalan Cipto Mangunkusumo (ADIEL KUNDHARA/KP)
NORMALISASI SALURAN: Anggota Pasukan Bersih Sungai milik Dinas PUPRK Kota Bontang saat menguras endapan lumpur secara manual di Jalan Cipto Mangunkusumo (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan  Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang kembali mengoptimalkan inovasi Pasukan Bersih Sungai (Panbers) untuk menjaga fungsi drainase kota. Kali ini, tim diterjunkan ke kawasan Perumahan BSD di Jalan Cipto Mangunkusumo guna melakukan normalisasi saluran air yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah.

Pengerjaan dilakukan menyusul adanya laporan warga terkait menurunnya kapasitas saluran drainase. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir 
ketika intensitas hujan meningkat.

Di lapangan, personel Panbers melakukan pengerukan sedimen secara manual. Material lumpur yang diangkat kemudian dimuat menggunakan dumptruck agar tidak kembali masuk ke dalam saluran. Selain lumpur, petugas juga mengangkut berbagai jenis sampah yang menyumbat aliran air.

Kepala Dinas PUPRK Kota Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan normalisasi drainase merupakan bagian dari upaya rutin pemerintah daerah untuk memastikan sistem pengendalian banjir tetap berfungsi optimal.

"Saluran air harus terus dijaga kapasitasnya. Karena itu, Panbers bergerak cepat ketika ada laporan maupun hasil pemantauan di lapangan yang menunjukkan adanya sedimentasi atau penyumbatan. Tujuannya agar aliran air tetap lancar dan risiko genangan bisa ditekan," kata Bowo.

Menurutnya, sedimentasi yang terus menumpuk akan mengurangi daya tampung saluran. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air akan lebih mudah meluap ke jalan maupun permukiman warga. Karena itu, Dinas PUPRK tidak hanya mengandalkan kegiatan pembersihan berkala, tetapi juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke parit maupun drainase.

"Kami berharap masyarakat ikut berperan menjaga saluran air. Sampah rumah tangga yang dibuang ke drainase menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan. Kalau saluran bersih, manfaatnya juga kembali kepada masyarakat," ucapnya. 

Ia menambahkan, Panbers akan terus melakukan patroli dan penanganan di sejumlah titik yang dinilai rawan sedimentasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PUPRK menjaga infrastruktur drainase tetap berfungsi maksimal, terutama menghadapi musim hujan.

Selain mengurangi potensi banjir, normalisasi drainase juga diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan serta memperpanjang usia infrastruktur saluran air di Kota Bontang. PUPRK pun mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati apabila melintasi lokasi yang masih dalam proses pekerjaan agar aktivitas petugas tidak terganggu. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Banjir Bontang